Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OPERASIONAL Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Banjarbakula milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru ditentang dan mendapat protes warga.
Selain masih menghadapi sengketa ganti rugi lahan, distribusi sampah dari lima kabupaten/kota mendapat protes hingga aksi unjuk rasa warga.
Untuk mengatasi masalah ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel Ikhlas Indar menggelar rapat koordinasi bersama instansi kabupaten/kota terkait.
"TPA regional sebenarnya sudah beroperasi dan menerima kiriman sampah dari wilayah yang masuk Banjarbakula. Tetapi muncul protes warga kemarin," ujar Ikhlas, Selasa (7/5).
Informasi yang dihimpun Media Indonesia, warga menolak masuknya sampah dari daerah lain kecuali Kota Banjarbaru. Kerusakan jalan dan lingkungan menjadi alasan aksi penolakan warga tersebut.
"Kita masih mencari format agar distribusi sampah tersebut tidak mengganggu warga dan merusak lingkungan sekitar," imbuhnya.
TPA Regional Banjarbakula merupakan TPA induk yang menampung sampah dari lima kabupaten/kota yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Batola dan Tanah Laut, yang menjadi bagian program strategis pembangunan kawasan metropolitan di Kalsel disebut Banjarbakula.
TPA Regional Banjarbakula dibangun di atas lahan seluas 30 hektare di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kalsel Bijuri mengakui masih adanya kendala sengketa lahan TPA dengan masyarakat. Namun secara umum masalah pembebasan tanah sudah selesai dan beberapa kasus diselesaikan lewat konsinyasi di pengadilan.
Baca juga: Kelebihan Volume, TPA Sukawinatan Ditutup
TPA Regional Banjarbakula dibangun untuk mengantisipasi minimnya lahan pembuangan sampah, karena bertambahnya volume sampah dihasilkan masyarakat dan industri. Hasil penelitian mengungkapkan penduduk Banjarmasin pada tahun 2019 diasumsikan sebanyak 749.536 jiwa dengan timbunan sampah sebanyak 357 ton per hari.
Penduduk Kabupaten Banjar pada 2019 diasumsikan sebanyak 596.406 jiwa dengan timbunan sampah 298 ton per hari. Kemudian, penduduk Banjarbaru pada 2019 diasumsikan sebanyak 270.280 jiwa dengan timbunan sampah 135 ton per hari.
Penduduk Tanah Laut pada tahun 2019 diasumsikan sebanyak 350.273 jiwa dengan timbunan sampah 175 ton per hari. Lalu, penduduk Barito Kuala pada 2019 diasumsikan 296.590 jiwa dengan timbunan sampah 148 ton per hari.
Jadi, total penduduk di 5 kabupaten/kota tersebut sebanyak 2.263.085 jiwa dengan timbulan sampah 1.113 ton per hari. Kalau dihitung selama satu tahun berarti 406.245 ton.(OL-5)
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Presiden menilai pendekatan teknologi sederhana yang digunakan mampu menghasilkan sistem yang efektif dan aplikatif.
Dalam konteks nasional, pemerintah menargetkan tingkat penanganan sampah mencapai 63,41 persen pada 2026.
Berbagai jenis material seperti banner, tekstil, plastik, hingga limbah organik ditampilkan dalam proses transformasinya menjadi produk fungsional.
Kini pengelolaan Bantargebang menghadapi sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
PERJUANGKAN solusi pengelolaan sampah Bali, Gubernur Wayan Koster meneken kerja sama pembangunan infrastruktur pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) bersama pemerintah pusat.
Selain padi, Kalsel mencatat produksi cabai besar mencapai 11 ribu ton dan cabai rawit 14 ribu ton, yang efektif meredam gejolak harga komoditas.
BMKG melaporkan gempa dangkal beruntun guncang Balangan dan Tabalong, Kalsel. Simak analisis pemicu sesar lokal dan imbauan keselamatan terbaru di sini.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berupaya melakukan percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, melalui penggunaan transaksi nontunai seperti QRIS.
POPULASI ikan sapu-sapu (hypostomus plecostomus), juga memenuhi sungai-sungai di sejumlah wilayah perkotaan Provinsi Kalimantan Selatan.
Penangkapan ini mempertegas bahwa Kalimantan Selatan masih menjadi jalur transit utama bagi jaringan internasional tersebut.
Tingginya intensitas bencana alam dan keterbatasan fiskal berpengaruh pada kinerja pembangunan di daerah Kalimantan Selatan (Kalsel).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved