Populasi Ikan Sapu-Sapu Penuhi Sungai Perkotaan di Kalsel

Deny Susanto
13/4/2026 16:14
Populasi Ikan Sapu-Sapu Penuhi Sungai Perkotaan di Kalsel
Ilustrasi(MI/Denny Susanto)

POPULASI ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) juga memenuhi sungai-sungai di sejumlah wilayah perkotaan Provinsi Kalimantan Selatan. Di Kota Banjarbaru, ibu kota provinsi Kalsel, ikan sapu-sapu sudah sulit ditanggulangi dan memenuhi aliran Sungai Kemuning hingga Danau Lokodat, Bandara Syamsudin Noor.

"Sejak beberapa tahun lalu Pemko Banjarbaru telah berupaya mengatasi populasi ikan sapu-sapu terutama yang ada di sepanjang Sungai Kemuning," ungkap Kasi Bina Usaha dan Pengolahan Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Banjarbaru, Lindri Giwaningtyas, Senin (13/4).

Ekosistem Sungai Terganggu

Menurutnya terus bertambahnya populasi ikan sapu-sapu telah berdampak pada ekosistem sungai di Kota Banjarbaru. Tercatat pada 2019, Pemko Banjarbaru bekerja sama dengan pegiat lingkungan dan Universitas Lambung Mangkurat melakukan penangkapan ikan sapu-sapu di Sungai Kemuning. Dalam  aksi tersebut berhasil ditangkap sebanyak empat ton hanya dalam waktu dua jam.

"Selanjutnya setiap tahun kita melakukan aksi bersih sungai termasuk penangkapan ikan sapu-sapu bersama masyarakat dan mahasiswa pecinta lingkungan. Dalam waktu dekat kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu kembali kita laksanakan," kata Lindri. 

Penangkapan ikan sapu-sapu jadi bagian kegiatan pembesihan dan pemulihan ekosistem sungai, Sungai Kemuning merupakan obyek wisata kota. Pemko Banjarbaru masih berupaya mencari strategi guna mengatasi invasi ikan sapu-sapu ini.

Khairuddin, Kabid Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, mengatakan populasi ikan sapu-sapu banyak berkembang di sungai-sungai perkotaan seperti Kota Banjarbaru, Banjarmasin dan Kabupaten Banjar. 

"Ini lebih mirip aliran sungai atau parit yang menjadi lokasi pembuangan limbah. Species sapu-sapu merupakan spesies invasif dan berbahaya. Justru menjadi indikator pencemaran perairan dan jika diperairan terbuka maka populasinya kurang," tuturnya.

Terkait penanganan sapu-sapu dikatakannya menjadi kewenangan kabupaten/kota. Namun pihaknya akan melalukan penelitian dalam rangka pemanfaatan ikan sapu-sapu baik untuk pakan ternak dan perikanan maupun manfaat lainnya. "Sejauh ini ya penanganannya dikubur, karena khawatir adanya logam berat jika dikonsumsi atau untuk pakan," kata Khairuddin.

Selain ikan sapu-sapu beberapa spesies ikan invasif juga mengancam populasi ikan di perairan Kalsel seperti ikan Lohan di Waduk Riam Kanan hingga Arapaima, meski tidak semasif ikan sapu-sapu. (DY/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya