Hampir 7 Ton! Jakarta Diserbu Ikan Sapu-Sapu, Selatan Jadi Episentrum

 Gana Buana
17/4/2026 19:36
Hampir 7 Ton! Jakarta Diserbu Ikan Sapu-Sapu, Selatan Jadi Episentrum
Operasi serentak di lima wilayah Jakarta berhasil menangkap 6,98 ton ikan sapu-sapu.(Antara)

OPERASI serentak penangkapan ikan sapu-sapu di lima wilayah DKI Jakarta menghasilkan temuan besar. Dalam waktu kurang dari lima jam, total 6,98 ton ikan invasif berhasil diangkat dari berbagai titik perairan ibu kota.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyebut operasi ini berlangsung pada Jumat pagi, mulai pukul 07.30 hingga 11.00 WIB.

“Total tangkapan mencapai hampir 7 ton dari lima wilayah,” ujarnya.

Namun yang paling mencolok adalah dominasi ekstrem dari Jakarta Selatan. Di wilayah ini saja, tercatat 63.600 ekor atau sekitar 5,3 ton, menjadikannya kontributor terbesar dalam operasi tersebut.

Sementara itu, wilayah lain mencatat angka yang jauh lebih kecil:

  • Jakarta Timur: 4.128 ekor (825,5 kg)
  • Jakarta Pusat: 536 ekor (565 kg)
  • Jakarta Utara: 545 ekor (271 kg)
  • Jakarta Barat: 71 ekor (17 kg)

Penangkapan dilakukan di sejumlah titik strategis, mulai dari saluran penghubung permukiman hingga pintu air dan aliran kali aktif.

Ancaman Nyata untuk Ekosistem

Lonjakan populasi ikan sapu-sapu bukan sekadar persoalan jumlah. Spesies ini dikenal sebagai ikan invasif yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem air tawar.

Selain memakan telur ikan lain, ikan ini juga berpotensi merusak infrastruktur. Kebiasaannya membuat lubang di tepi sungai dinilai bisa melemahkan tanggul dan turap.

Pemprov Siapkan Langkah Permanen

Melihat eskalasi yang semakin masif, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo mendorong penanganan yang tidak lagi bersifat sementara.
Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pembentukan petugas khusus (PJLP) yang fokus menangani populasi ikan sapu-sapu secara berkelanjutan.

Menurutnya, operasi seperti ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. “Harus ada penanganan serius dan berkelanjutan, karena dampaknya sudah nyata,” tegasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya