Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA pembasmian ikan sapu-sapu (pleco) di perairan DKI Jakarta terus digencarkan demi menjaga keseimbangan ekosistem sungai. Namun, langkah pengendalian spesies invasif ini menyisakan persoalan baru terkait penanganan limbah bangkai ikan yang jumlahnya sangat masif.
Guru Besar Teknologi Hasil Perikanan IPB University, Prof. Mala Nurilmala, menilai hasil pembasmian tersebut seharusnya tidak berakhir menjadi limbah yang dikubur begitu saja. Ia mendorong adanya inovasi untuk mengubah ikan sapu-sapu menjadi produk bernilai guna, yakni pupuk cair khusus tanaman hias.
Pemanfaatan ikan sapu-sapu dari sungai Jakarta memerlukan penanganan khusus karena kondisi habitatnya yang tercemar. Prof. Mala memperingatkan bahwa ikan ini memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa di lingkungan ekstrem, namun tubuhnya mengakumulasi zat berbahaya.
"Sebaiknya ikan sapu-sapu dimanfaatkan untuk pupuk cair tanaman hias. Memang tidak bisa digunakan lagi untuk makhluk hidup karena berada di perairan yang sangat tercemar oleh logam berat," ujar Prof. Mala.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan ikan sapu-sapu asal Jakarta sebagai bahan pangan manusia maupun pakan ternak sangat berisiko. Logam berat yang terkandung dalam tubuh ikan dapat berpindah dan terakumulasi dalam rantai makanan, yang pada akhirnya membahayakan kesehatan manusia.
| Kondisi Habitat | Potensi Pemanfaatan | Risiko/Keterangan |
|---|---|---|
| Perairan Tercemar (Jakarta) | Pupuk Cair Tanaman Hias | Tinggi kandungan logam berat; tidak untuk konsumsi/pakan. |
| Perairan Bersih | Bahan Pangan & Pakan Ternak | Aman dimanfaatkan seperti ikan pada umumnya. |
Sifat adaptif ikan sapu-sapu yang tidak memiliki predator alami di sungai Jakarta membuatnya mendominasi habitat dan mengancam keberadaan ikan lokal. Meski secara alami ikan ini membantu menyerap logam di perairan, populasinya yang meledak justru menjadi beban ekologis.
Pemanfaatan menjadi pupuk cair dinilai sebagai solusi paling bijak dibandingkan sekadar penguburan massal. Mengingat struktur tubuh ikan sapu-sapu yang relatif keras, proses penguraian secara alami di dalam tanah membutuhkan waktu lama. Dengan mengolahnya menjadi pupuk cair, proses dekomposisi dipercepat dan nutrisi organiknya dapat langsung dirasakan oleh tanaman.
Pendekatan inovatif ini diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap ikan sapu-sapu. Dari yang semula dianggap sebagai hama sungai yang tidak berguna, menjadi bahan baku industri kreatif ramah lingkungan yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga di sekitar bantaran sungai. (Z-1)
Keberhasilan program ini tidak bisa bergantung pada pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved