Presiden Nyatakan Pengelolaan Sampah di Banyumas Layak Jadi Rujukan Nasional

Lilik Darmawan
28/4/2026 17:44
Presiden Nyatakan Pengelolaan Sampah di Banyumas Layak Jadi Rujukan Nasional
Ilustrasi(Dok Istimewa)

EMPAT Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Edukasi dan Lingkungan (TPST-BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa tengah dinilai layak dijadikan rujukan nasional dalam pengelolaan sampah.

Penilaian itu disampaikan Presiden Prabowo saat melakukan peninjauan langsung di fasilitas yang berada di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor pada Selasa (28/4). Presiden mengaku terkesan dengan inovasi pengolahan sampah yang diterapkan. Ia menilai pendekatan teknologi sederhana yang digunakan mampu menghasilkan sistem yang efektif dan aplikatif. “Saya sangat terkesan, ini inovasi yang sangat baik,” ujar Presiden.

Menurut Prabowo, sistem di TPST-BLE mengedepankan pemanfaatan teknologi yang tidak kompleks, namun berjalan optimal karena didukung penggunaan produk lokal serta integrasi pengelolaan dari tingkat rumah tangga hingga kabupaten.

Ia menilai model tersebut memiliki potensi besar untuk direplikasi di berbagai daerah di Indonesia, bahkan telah menarik perhatian dari sejumlah pihak luar negeri. “Ini sangat efektif dan bisa menjadi contoh bagi banyak provinsi dan kabupaten, bahkan sudah dilirik negara lain,” katanya.

Pemerintah pusat, lanjut Presiden, akan mendorong pengembangan sistem serupa melalui pemberian bantuan langsung guna meningkatkan kapasitas dan efektivitas pengolahan sampah di daerah. “Saya akan turunkan bantuan langsung untuk memperbaiki, mengembangkan, dan membuatnya lebih efektif,” tegasnya.

Prabowo juga menekankan bahwa persoalan sampah kini menjadi prioritas nasional yang harus segera ditangani secara serius dalam waktu dekat. “Sampah sekarang menjadi prioritas nasional. Dalam dua sampai tiga tahun ke depan harus bisa kita kendalikan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Presiden turut menyoroti inovasi pemanfaatan limbah yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti genteng. Produk tersebut dinilai cukup terjangkau dan berpotensi mendukung program perbaikan rumah masyarakat. “Gentengnya cukup bagus, efektif, dan murah. Ini bisa dipertimbangkan masuk dalam anggaran bantuan perbaikan rumah,” kata Prabowo.

Ia berharap penggunaan genteng hasil olahan tersebut dapat menjadi alternatif pengganti atap seng yang mudah berkarat dan berisiko terhadap kesehatan.

Sementara Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan kunjungan Presiden Prabowo TPST-BLE bakal memperkuat komitmen daerah dalam mengembangkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi. “Beliau ingin yang saya janjikan (terwujud). Beliau bilang ‘kamu benar janji ya tahun 2028 (bebas dari sampah’, saya jamin,” katanya.

Menurutnya Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap target Banyumas mewujudkan konsep “zero waste to money” (bebas dari sampah menjadi uang) pada 2028, dengan catatan dukungan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah dapat terpenuhi. “Kami  mengusulkan tambahan 15 tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) kepada pemerintah pusat guna mendukung target tersebut. Beliau minta yang saya janjikan. Saya bilang, saya jamin, asalkan saya dapat bantuan 15 TPST,” tambahnya. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya