Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, menyebut toa atau pengeras suara peringatan bencana tak hanya untuk peringatan banjir Ibu kota. Sistem yang disebut Disaster Warning System (DWS) ini juga menginformasikan bencana alam lainnya.
"Jadi bukan hanya info ketinggian air di Katulampa saja misalnya. Tapi semua peringatan dini bencana, entah itu cuaca buruk dan lain-lain," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) DKI Jakarta, Subejo, Sabtu (18/1).
Baca juga: Warga Kampung Melayu Urunan Beli Toa untuk Peringatan Banjir
Pengelolaan DWS, kata dia, dikoordinasikan dengan beberapa pihak sebelum disiarkan.
"Kita transmisi dari BPBD, dari call center 112, pengolahan data oleh BMKG dan lainnya yang kita kirim ke masyarakat. Juga nanti ke aparat dia bisa tidak lanjut tuh dia hubungi RW-nya, tokoh masyarakatnya," jelas Subejo.
Guna penyebaran peringatan dini yang lebih masif, Subejo mengingatkan, masyarakat untuk turut dalam menyebar informasi. Salah satunya melalui pengeras suara di rumah ibadah.
"Berarti bisa lebih siap. Kalau Depok tiga jam lagi nih, kalau Manggarai sekitarnya bikin 6 jam lagi nih air mau datang (dari Katulampa). Kalau ada lantai dua, ke lantai dua atau diungsikan ke tempat yang lebih aman dulu gitu kan sudah tahu," kata dia.
Terkait anggaran besar yang mencapai Rp4 Miliar, Subejo menjelaskan, rincian satu set DWS. Ada banyak komponen yang menyebabkan anggaran yang dikeluarkan besar.
"Jadi komponennya tidak hanya speaker, ada tiangnya, stasiun radio, transmisi, wireless, kemudian ada storage battery jadi satu kesatuan sistem," pungkas dia.
Pemprov DKI Jakarta akan menambah enam set alat yang digunakan untuk sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) bencana pada tahun 2020. Alat yang digunakan bernama alat disaster warning system (DWS).
Baca juga: Akar Pohon Disinyalir Penyebab Jalan Cikini Banjir
"Untuk tahun 2020 ada kok anggarannya. Pengadaan DWS enam set, anggaran total Rp4,07 miliar," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, M Ridwan.
Selain itu, kata Ridwan, ada lagi anggaran untuk pemeliharaan 15 set DWS yang sudah dimiliki Pemprov DKI. (Medcom.id/OL-6)
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
SEJUMLAH anak sungai di bagian hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Batanghari) Jambi meluap dan membanjiri permukiman warga di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.
Pemprov Jawa Barat menurunkan tim ke lokasi terdampak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 16.15 WIB langsung melumpuhkan aktivitas di pusat Kota Tarutung.
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Sistem yang masih bersifat padat karya (labor intensive) turut mendorong membengkaknya beban biaya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Sebanyak 130 titik masih belum dijaga. Sementara 293 titik lainnya telah dilengkapi penjagaan.
Peran pengusaha muda sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhamad Mardiono mendorong seluruh kader di DKI Jakarta untuk memperkuat kekompakan dan mengarahkan energi pada kerja-kerja elektoral
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved