Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FRAKSI Partai NasDem DPRD DKI Jakarta turut mendukung usulan Fraksi Partai Golkar untuk mengajukan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk menyelidiki penyebab banjir Jakarta pada awal tahun baru lalu.
Anggota Fraksi Partai NasdDm DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, menyebut dalam mengantisipasi datangnya bencana banjir, Pemprov DKI dinilai kurang matang dalam perencanaan.
Baca juga:Soal Gedung Runtuh, Polisi Panggil Kasudin Cipta Karya Jakbar
Saat rapat membahas anggaran pengendalian banjir termasuk soal pembebasan lahan bagi normalisasi kali dan waduk/situ/embung, DPRD DKI sudah menyetujui anggaran sebesar Rp869 miliar dan secara total ada Rp1 triliun anggaran pengendalian banjir untuk 2020.
"Ya, saat rapat pembahasan mereka bilangnya siap-siap. Anggaran juga sudah kami berikan cukup banyak ya Rp1 triliun. Tapi yang kita lihat ini perencanaannya kurang," ungkap Nova saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (9/1).
Nova yang duduk di Komisi D bidang pembangunan dan lingkungan hidup ini mencontohkan saat mengajukan anggaran pembebasan lahan untuk kali, waduk/situ/embung, Dinas Sumber Daya Air (SDA) tidak memikirkan pembebasan lahan untuk akses.
"Sehingga alat berat sulit nantinya mau mengerjakan. Kan lagi-lagi jadi masalah. Tiap tahun masalahnya sama," kata Nova.
Di samping itu, ia melihat tidak adanya keaktifan dari Pemprov DKI untuk melanjutkan normalisasi maupun melakukan pembetonan sisi-sisi sungai untuk mengurangi limpasan sungai ke permukiman warga. Padahal, menurutnya, cukup banyak warga yang mau rumahnya direlokasi atau meminta pembetonan.
"Jadi mereka itu banyak juga kok yang minta seperti di dapil saya tuh di Kampung Melayu sampai ada yang longsor rumahnya. Mereka juga minta untuk diturap atau sheetpile. Memang normalisasi atau turap saat ini belum bisa menghilangkan banjir sepenuhnya tetapi minimal bisa mengurangi agar tidak separah 4-5 tahun lalu," ungkapnya.
Ia juga melihat kurangnya persiapan Pemprov DKI dalam menghadapi musim hujan disebabkan kurangnya pengerukan kali dan waduk/situ/embung. Menurutnya, apabila sungai sudah tidak mau dinormalisasi sebaiknya pengerukanlah yang harus jadi ujung tombaknya.
Koordinasi antara Pemprov DKI dengan pemerintah pusat juga dinilai lemah dalam hal mengantisipasi dampak banjir.
Baca juga: Prediksi Cuaca Ekstrem, Pemkot Bekasi Kejar Perbaikan Pompa Air
"Ini semua harus menjadi pelajaran bahwa koordinasi itu penting. Misalnya normalisasi, Pemprov kan bagian pembebasan lahannya ya harus lebih aktif agar program itu berjalan lancar," tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Golkar, Basri baco, menyebut akan mengusulkan pembentukan pansus untuk menyelidiki penyebab banjir. Sudah ada enam fraksi yang setuju akan rencana ini yakni Golkar, PAN, PSI, Demokrat, NasDem, dan PDIP. (OL-6)
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Sistem yang masih bersifat padat karya (labor intensive) turut mendorong membengkaknya beban biaya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Sebanyak 130 titik masih belum dijaga. Sementara 293 titik lainnya telah dilengkapi penjagaan.
Peran pengusaha muda sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhamad Mardiono mendorong seluruh kader di DKI Jakarta untuk memperkuat kekompakan dan mengarahkan energi pada kerja-kerja elektoral
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh, meminta seluruh kadernya untuk memperkuat dan merapatkan barisan untuk menghadapi dinamika politik yang terus berubah.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, merespons usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik.
FRAKSI Partai NasDem DPR RI mengusulkan kenaikan angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam sistem pemilu mendatang.
Meski demikian, Kholid menegaskan bahwa setiap partai memiliki kedaulatan dalam mengatur mekanisme internalnya.
Menurut dia, figur-figur yang ingin menjadi calon presiden atau wakil presiden juga harus masuk terlebih dahulu sebagai kader partai politik.
KETUA Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah isu soal NasDem dan Gerindra akan melakukan penyatuan atau merger.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved