Fokus Pemilu Parlemen, John Swinney Tolak Undangan Jamuan Kenegaraan Donald Trump

Thalatie K Yani
21/4/2026 10:42
Fokus Pemilu Parlemen, John Swinney Tolak Undangan Jamuan Kenegaraan Donald Trump
Menteri Pertama Skotlandia John Swinney saat bertemu Presiden AS Donald Trump(Scottish government)

MENTERI Pertama Skotlandia, John Swinney, secara resmi menolak undangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghadiri jamuan kenegaraan di Gedung Putih pekan depan. Keputusan ini diambil di tengah persiapan intensif Skotlandia menghadapi pemilihan parlemen bulan depan.

Pemerintah Skotlandia menyatakan Swinney "menolak dengan sopan" tawaran untuk bergabung dalam acara yang dijadwalkan pada 28 April mendatang. Jamuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Raja Charles III dan Ratu Camilla ke Amerika Serikat.

Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Swinney dalam percakapan telepon singkat selama empat menit dengan Presiden Trump pada hari Senin. Fokus utama pembicaraan tersebut memang terkait undangan resmi ke Washington DC.

Alasan Kampanye Pemilu

Seorang juru bicara Menteri Besar menjelaskan Swinney tidak dapat hadir karena komitmen kampanye untuk pemilihan Parlemen Skotlandia yang akan berlangsung pada 7 Mei mendatang. Meskipun masa kampanye sedang berlangsung, pemimpin Partai Nasional Skotlandia (SNP) tersebut tetap menjabat sebagai Menteri Pertama.

"Presiden Trump menelepon Menteri Pertama John Swinney untuk mengundangnya ke Jamuan Kenegaraan di Gedung Putih pekan depan. Karena adanya pemilihan umum, menteri besar menolak undangan tersebut dengan sopan," ujar juru bicara Pemerintah Skotlandia.

Sebelumnya, Swinney pernah bertemu dengan Trump di Gedung Putih pada September tahun lalu untuk membahas kesepakatan pembebasan tarif impor wiski Skotlandia ke AS. Seminggu setelahnya, ia juga menghadiri jamuan kenegaraan untuk menghormati Trump di Kastil Windsor. Namun, belakangan ini Swinney bersikap lebih kritis dan menyerukan "de-eskalasi" di Iran menyusul serangan udara AS, sembari memperingatkan bahaya intervensi militer.

Kunjungan Bersejarah Raja Charles III

Kunjungan kerajaan yang dijadwalkan pada 27-30 April ini merupakan perjalanan kenegaraan pertama Raja Charles III ke Amerika Serikat sejak kunjungan Ratu Elizabeth II tahun 2007.

Raja Charles dan Ratu Camilla dijadwalkan tiba di Washington DC untuk melakukan pertemuan pribadi dengan Donald Trump sebelum acara jamuan malam. Selain agenda di ibu kota, pasangan kerajaan tersebut juga akan mengunjungi New York untuk menghadiri acara di peringatan 9/11, serta melanjutkan perjalanan ke Virginia dan negara persemakmuran Bermuda.

Meski tanpa kehadiran pemimpin Skotlandia, kunjungan ini tetap dianggap sebagai momen diplomatik penting bagi hubungan transatlantik antara Inggris Raya dan Amerika Serikat. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya