Selat Hormuz Dibuka, 770 Kapal Siap Meluncur dari Teluk

Dhika Kusuma Winata
18/4/2026 08:49
Selat Hormuz Dibuka, 770 Kapal Siap Meluncur dari Teluk
ilustrasi(Anadolu)

Pembukaan kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz oleh Iran disambut dengan nada hati-hati oleh pelaku industri pelayaran global. Setelah hampir tujuh pekan tertutup akibat konflik, sekitar 770 kapal tercatat masih berada di dalam kawasan Teluk dan bersiap keluar menunggu kepastian jalur aman untuk melintas. Menurut data Bloomberg, ratusan kapal komoditas masih mengirim sinyal dari kawasan tersebut, termasuk sekitar 360 kapal pengangkut minyak dan gas. Angka itu jauh melampaui lalu lintas normal sebelum konflik, yang rata-rata hanya sekitar 120 kapal per hari melintasi selat tersebut.

Penutupan membuat ratusan kapal terjebak di Teluk sekaligus mendorong lonjakan biaya logistik. Banyak kapten kapal memilih menahan diri untuk tidak mendekat lantaran khawatir terhadap ancaman ranjau laut maupun serangan di perairan itu.

Perusahaan pelayaran menyambut pembukaan ini sebagai kabar baik meski tetap berhati-hati. Juru bicara raksasa transportasi Jerman, Hapag-Lloyd, menyebut langkah tersebut positif namun masih menyisakan sejumlah pertanyaan teknis. Tanpa pengaturan yang jelas, situasi dikhawatirkan kacau karena terlalu banyak kapal yang ingin melintas.

“Kami melihat ini sebagai kabar baik. Tapi tetap dibutuhkan kejelasan soal jalur mana yang bisa dilalui dan bagaimana urutan kapal yang keluar,” ujar juru bicara Hapag-Lloyd.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu urat nadi perdagangan energi global. Di sisi lain, klaim Donald Trump yang menyebut Selat Hormuz telah sepenuhnya terbuka dan siap dilalui dinilai terlalu optimistis.

Pejabat keamanan dari asosiasi pelayaran internasional BIMCO, Jakob Larsen, menyebut pernyataan tersebut tidak sepenuhnya akurat.

“Status ancaman ranjau di jalur pelayaran masih belum jelas. Kami menilai perusahaan pelayaran sebaiknya tetap mempertimbangkan untuk menghindari area tersebut,” ucapnya.

Nada serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal International Chamber of Shipping, Thomas Kazakos. Ia menyebut pembukaan ini sebagai langkah awal yang positif, namun belum cukup memberikan kepastian penuh soal implementasinya di lapangan. (AFP/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya