Dunia Disebut Hadapi Ancaman Konflik AS-Iran Lebih Besar

Cahya Mulyana
16/4/2026 21:47
Dunia Disebut Hadapi Ancaman Konflik AS-Iran Lebih Besar
bendera Iran dan AS(X)

DUTA Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov mengatakan bahwa situasi di Timur Tengah yang semakin memburuk dengan eskalasi konflik dapat mengancam keamanan global, stabilitas ekonomi dunia, serta tatanan hubungan internasional secara keseluruhan.

Hal itu disampaikan oleh Dubes Tolchenov dalam seminar internasional “Ambassador and Expert Talk: The Middle East Conflict and the Future of the Multipolar World” di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, Jakarta, Kamis (16/4).

Rusia menyebut tindakan AS dan Israel yang menyerang Iran sebagai pemicu utama atas semakin tidak stabilnya kawasan tersebut, menyatakan bahwa tindakan AS-Israel itu melanggar hukum internasional, termasuk prinsip kedaulatan dan non-intervensi, kata Dubes itu.

“Intinya adalah bahwa Piagam PBB telah berulang kali diabaikan, serta prinsip-prinsip kedaulatan dan non-intervensi dalam urusan internal negara. Tindakan-tindakan tersebut sama sekali tidak dapat dibenarkan dan mengarah pada eskalasi yang berbahaya, yang konsekuensinya dapat meluas jauh melampaui kawasan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, krisis tersebut dipicu oleh AS yang dinilai semakin unilateral dan berbasis kekuatan, dengan tujuan mempertahankan dominasi global serta mengendalikan jalur energi dan transportasi strategis, sementara pendekatan diplomatik semakin tidak digunakan.

Dubes Rusia itu mengatakan bahwa serangan terhadap fasilitas yang terletak di wilayah negara-negara berdaulat tidak dapat dianggap sebagai hal lain selain pelanggaran terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional.

Dia menilai bahwa sanksi dan tindakan militer terhadap Iran akan semakin meningkatkan ketegangan yang akan mengakibatkan semakin kuatnya pertahanan Iran.

Dubes Tolchenov juga menyoroti dampak kemanusiaan akibat eskalasi dan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah, mengatakan bahwa setiap eskalasi akan meningkatkan korban sipil, merusak infrastruktur, dan memicu lonjakan pengungsi.

Dia menyebutkan insiden yang terjadi di Semenanjung Arab dan wilayah perbatasan Lebanon-Israel, di mana serangan di Lebanon mengakibatkan gugurnya tiga personel pasukan penjaga perdamaian Indonesia dan lima anggota lainnya, yang juga dari Indonesia, terluka.

Dia juga menekankan bahwa perkembangan di Timur Tengah terkait erat dengan meningkatnya persaingan antarnegara dan upaya untuk mempertahankan tatanan dunia unipolar, serta penolakan terhadap munculnya sistem hubungan internasional yang lebih adil dan multipolar.

Dubes Tolchenov melanjutkan, dalam menghadapi krisis yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah, Rusia menegaskan komitmennya pada penyelesaian diplomatik dan menolak penggunaan kekerasan.

Dia mengatakan pentingnya menghidupkan kembali peran lembaga internasional, terutama PBB dan Dewan Keamanan PBB sebagai pilar utama yang memastikan perdamaian dan keamanan internasional.

Dubes Tolchenov juga mengatakan bahwa isu Palestina menjadi kunci dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah, menilai bahwa pengabaian terhadap isu Palestina hanya memperpanjang konflik dan memperburuk stabilitas regional.

Dubes Tolchenov mengatakan bahwa Rusia menyambut tercapainya kesepakatan penghentian permusuhan antara AS dan Iran, menegaskan bahwa Moskow konsisten mendorong gencatan senjata dan penyelesaian konflik melalui jalur politik dan diplomasi, termasuk di Dewan Keamanan PBB. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya