Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran secara resmi merilis pernyataan mengenai berakhirnya konflik bersenjata dengan Amerika Serikat (AS). Dalam pernyataan tersebut, Teheran mengeklaim bahwa Washington telah menerima 10 poin persyaratan yang diajukan Iran untuk mengakhiri peperangan.
SNSC menyebut pencapaian ini sebagai "kemenangan bersejarah" yang tidak lepas dari kepemimpinan Ayatullah Mojtaba Khamenei dan pengorbanan para martir. Beberapa poin krusial dalam kesepakatan tersebut mencakup pengakuan AS atas kendali Iran di Selat Hormuz, hak pengayaan uranium, hingga pencabutan seluruh sanksi primer maupun sekunder.
"Musuh telah menderita kekalahan telak dalam perang ilegal melawan bangsa Iran," tulis pernyataan resmi tersebut, sebagaimana dikutip kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, Rabu (8/4). Selain itu, disebutkan bahwa AS berkomitmen membayar kompensasi dan menarik pasukan tempur dari kawasan, termasuk menghentikan konfrontasi di Libanon. Kendati demikian, SNSC mengimbau rakyat Iran untuk tetap waspada dan menjaga persatuan hingga seluruh rincian teknis kesepakatan difinalisasi.
Berikut teks lengkap yang dirilis SNSC:
Musuh telah menderita kekalahan yang tak terbantahkan, bersejarah, dan telak dalam perang pengecut, ilegal, dan kriminalnya terhadap bangsa Iran. Berkat darah suci dan tak berdosa dari Pemimpin Revolusi Islam yang gugur sebagai syahid, Ayatullah Imam Sayid Ali Khamenei (semoga damai tercurah kepadanya), langkah-langkah Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran, Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei (semoga Tuhan melindunginya), perjuangan dan keberanian para pejuang Islam di berbagai front, serta khususnya kehadiran historis, abadi, dan epik Anda, rakyat tercinta, di medan perjuangan sejak hari-hari pertama perang, Iran meraih kemenangan besar dan memaksa Amerika yang kriminal untuk menerima rencana 10 poinnya, di mana Amerika Serikat pada prinsipnya berkomitmen untuk menjamin nonagresi, melanjutkan kendali Iran atas Selat Hormuz, menerima pengayaan (uranium), mencabut seluruh sanksi primer dan sekunder, mengakhiri seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB dan Dewan Gubernur IAEA, membayar kompensasi kepada Iran, menarik pasukan tempur Amerika dari kawasan, serta menghentikan perang di semua front, termasuk terhadap perlawanan Islam Libanon yang heroik.
Kami mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat Iran atas kemenangan ini dan menegaskan bahwa hingga rincian kemenangan ini difinalisasi, masih diperlukan keteguhan dan kehati-hatian dari para pejabat serta menjaga persatuan dan solidaritas rakyat Iran. (B-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved