Perundingan Damai AS-Iran di Islamabad Berlanjut, Ketegangan Selat Hormuz Meningkat

Media Indonesia
12/4/2026 07:35
Perundingan Damai AS-Iran di Islamabad Berlanjut, Ketegangan Selat Hormuz Meningkat
Donald Trump.(Al Jazeera)

PERUNDINGAN damai tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran memasuki hari kedua pada Minggu (12/4/2026) dini hari di Islamabad, Pakistan. Pertemuan bersejarah ini berlangsung di bawah bayang-bayang ketegangan baru setelah Washington mengerahkan kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Wakil Presiden AS, JD Vance, menjadi pejabat tinggi Amerika pertama yang bertemu langsung dengan pejabat Iran sejak Revolusi Islam 1979. Pertemuan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Israel menghentikan perang yang sempat mengguncang ekonomi global dan stabilitas Timur Tengah.

Negosiasi Maraton di Balik Pintu Tertutup

Gedung Putih melaporkan bahwa pembicaraan berlangsung selama lebih dari 15 jam hingga melewati tengah malam. Delegasi kedua negara bertemu di sebuah hotel mewah yang dijaga ketat, jauh dari jangkauan media. Delegasi Iran yang berjumlah 70 orang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Meskipun pejabat Pakistan menyebut diskusi bergerak ke arah yang positif dan kondusif, Presiden Donald Trump menunjukkan sikap yang lebih konfrontatif. Trump menegaskan bahwa AS menang di medan perang dengan menghancurkan infrastruktur militer Iran.

"Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, itu tidak masalah bagi saya. Alasannya, kita sudah menang," ujar Trump kepada wartawan pada Sabtu (11/4) waktu setempat.

Konfrontasi di Selat Hormuz

Di tengah proses diplomasi, situasi militer di Selat Hormuz kembali memanas. Militer AS menyatakan mengirim dua kapal perang untuk mulai membersihkan ranjau guna memastikan jalur aman bagi kapal tanker. Namun, Teheran membantah ada kapal perang AS yang memasuki wilayah tersebut.

Komando Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan bahwa setiap upaya kapal militer untuk melewati selat tersebut akan ditindak tegas. Iran menegaskan bahwa jaminan jalur aman selama gencatan senjata dua minggu hanya berlaku untuk kapal sipil dengan kondisi tertentu.

Tuntutan Utama Iran:
  • Pencairan aset-aset Iran yang disanksi.
  • Penghentian perang Israel terhadap Hizbullah di Libanon.
  • Jaminan keamanan atas kedaulatan wilayah Iran.

Hambatan di Front Libanon

Isu Libanon menjadi salah satu ganjalan terbesar dalam perundingan di Islamabad. Sementara Iran mendesak penghentian serangan Israel terhadap Hizbullah, JD Vance menyatakan bahwa isu tersebut tidak masuk dalam agenda diskusi di Pakistan. Di saat yang sama, Israel terus melancarkan serangan di Libanon selatan yang menewaskan lebih dari 2.000 orang sejak perang pecah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim kampanye militer bersama AS-Israel melumpuhkan program nuklir dan rudal balistik Iran. Namun, badan pengawas nuklir PBB (IAEA) melaporkan tidak ada ancaman dalam waktu dekat terkait pengembangan senjata nuklir oleh Teheran.

Para ahli menilai kehadiran delegasi besar dan senior dari Iran menunjukkan keseriusan Teheran untuk mencapai kesepakatan. Namun, skeptisisme tetap tinggi di kalangan warga sipil di Teheran, mengingat sejarah panjang kegagalan diplomasi dan janji yang tidak terpenuhi antara kedua negara. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya