Iran Waspadai AS Manfaatkan Gencatan Senjata untuk Perkuat Militer

Media Indonesia
11/4/2026 02:13
Iran Waspadai AS Manfaatkan Gencatan Senjata untuk Perkuat Militer
Ilustrasi(AFP)

PEMERINTAH Iran menyuarakan kekhawatiran bahwa Amerika Serikat berpotensi memanfaatkan masa gencatan senjata untuk meningkatkan kekuatan militernya. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, pada Jumat.

"Kami tidak memerlukan gencatan senjata yang memungkinkan musuh untuk kembali mempersenjatai diri dan melakukan agresi lagi," kata diplomat tersebut, seperti dikutip portal informasi Pemerintah Iran.

Ia menegaskan bahwa Teheran tetap membuka ruang bagi diplomasi dan dialog. Namun, Iran menolak segala bentuk kesepakatan yang justru memberi celah bagi terjadinya serangan baru terhadap wilayahnya. Takht-Ravanchi juga mengungkapkan bahwa proposal 10 poin yang diajukan Iran akan menjadi landasan utama dalam proses negosiasi damai.

Lebih lanjut, ia menilai langkah militer Iran selama konflik berlangsung telah memaksa Amerika Serikat dan Israel untuk mengevaluasi ulang pendekatan strategis mereka terhadap Iran.

Sebelumnya, pada Selasa (7/4), Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata bilateral selama dua pekan. Ia juga menyebut bahwa Iran bersedia membuka kembali jalur vital perdagangan energi di Selat Hormuz.

Menindaklanjuti hal tersebut, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyampaikan bahwa pihaknya akan memulai perundingan dengan AS pada Jumat di Islamabad, Pakistan.

Di sisi lain, situasi kawasan tetap memanas. Pada Rabu (8/4), serangan udara dan artileri yang dilancarkan Israel menghantam puluhan permukiman di Libanon bagian selatan, termasuk kota utama Tyre. Presiden Trump menyatakan bahwa penghentian serangan Israel ke Libanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, dengan alasan adanya faktor kelompok Hizbullah.

Namun demikian, Iran menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai antara kedua negara.

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa keberlanjutan negosiasi untuk mengakhiri konflik antara Iran dan AS sangat bergantung pada komitmen semua pihak dalam mematuhi gencatan senjata di seluruh lini. (Ant/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya