Donald Trump Minta Israel Kurangi Serangan ke Libanon di Tengah Perundingan AS-Iran

Basuki Eka Purnama
10/4/2026 03:32
Donald Trump Minta Israel Kurangi Serangan ke Libanon di Tengah Perundingan AS-Iran
Presiden AS Donald Trump(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengurangi intensitas serangan militer di Libanon. Langkah ini diambil di tengah upaya diplomatik intensif antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan NBC News, Kamis (9/4), Trump mengonfirmasi bahwa dirinya telah menjalin komunikasi langsung dengan pemimpin Israel tersebut.

"Saya berbicara dengan Bibi (Netanyahu) dan dia akan mengurangi serangan. Saya hanya berpikir kita harus sedikit lebih mengurangi serangan," ujar Trump.

Trump menyatakan optimisme tinggi terhadap potensi kesepakatan perdamaian permanen antara AS dan Iran. Pernyataan ini menyusul pengumuman gencatan senjata selama dua minggu yang disepakati pada Selasa malam (7/4). Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Teheran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Diplomasi di Islamabad

Menindaklanjuti pengumuman gencatan senjata, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi bahwa delegasi Teheran akan memulai pembicaraan langsung dengan pihak AS di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (10/4). Pertemuan ini diharapkan menjadi titik balik setelah ketegangan hebat yang melanda kawasan sejak awal tahun.

Namun, jalan menuju perdamaian masih menghadapi tantangan. Trump menegaskan bahwa penghentian serangan Israel di Libanon sebenarnya tidak termasuk dalam poin kesepakatan langsung dengan Iran, mengingat keberadaan gerakan Hizbullah.

Di sisi lain, Iran memandang kelanjutan operasi militer Israel di Libanon sebagai bentuk pelanggaran terhadap semangat gencatan senjata yang telah dicapai dengan Washington.

Kronologi Konflik dan Dampak Global

Ketegangan terbaru di Timur Tengah ini berakar dari serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu, yang kemudian memicu aksi balasan berantai. Berikut adalah ringkasan lini masa dan poin penting konflik tersebut:

Tanggal / Waktu Peristiwa Penting
28 Februari Serangan gabungan AS dan Israel terhadap wilayah Iran memicu eskalasi besar.
Pasca 28 Februari Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel, fasilitas militer AS, dan membatasi lalu lintas di Selat Hormuz.
7 April Presiden Trump mengumumkan gencatan senjata 2 minggu; Iran setuju buka Selat Hormuz.
9 April Trump meminta Netanyahu mengurangi serangan ke Lebanon; Netanyahu instruksikan kabinet bicara dengan Lebanon.
10 April Rencana dimulainya pembicaraan AS-Iran di Islamabad, Pakistan.

Konflik ini sebelumnya telah memberikan tekanan berat pada ekonomi global. Penutupan Selat Hormuz sempat memicu gangguan pasokan energi dan lonjakan harga minyak dunia secara signifikan. Dengan adanya instruksi Netanyahu kepada kabinetnya untuk memulai pembicaraan langsung dengan Libanon guna melucuti senjata Hizbullah, harapan akan stabilitas jangka panjang di Timur Tengah kini kembali terbuka. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya