Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, memperingatkan Iran agar tidak menggagalkan perundingan gencatan senjata dengan Washington hanya karena persoalan serangan Israel di Libanon. Ia menyebut langkah tersebut sebagai pilihan yang bodoh.
Berbicara kepada wartawan saat meninggalkan Hungaria, Rabu (8/4) waktu setempat, Vance menegaskan bahwa AS tidak pernah menyatakan Israel harus menghentikan serangannya terhadap Libanon sebagai bagian dari kesepakatan.
“Jika Iran ingin membiarkan negosiasi ini runtuh--dalam konflik di mana mereka sedang dipukul habis-habisan--gara-gara Libanon, yang tidak ada hubungannya dengan mereka dan yang tidak pernah sekali pun dikatakan Amerika Serikat sebagai bagian dari gencatan senjata, itu sepenuhnya pilihan mereka,” ujar Vance.
“Kami pikir itu akan menjadi hal yang bodoh, tetapi itu pilihan mereka.”
Pernyataan tersebut muncul setelah Pakistan, yang memediasi kesepakatan, secara eksplisit menyatakan bahwa Libanon termasuk dalam gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghci, sebelumnya membagikan pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang mengumumkan gencatan senjata dan menyoroti bagian yang menyebut Libanon.
“Ketentuan Gencatan Senjata Iran-AS jelas dan tegas: AS harus memilih--gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel. Tidak bisa keduanya,” tulis Araghchi.
Namun Presiden AS Donald Trump dan Gedung Putih tetap berargumen bahwa Libanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut.
Vance menyebut perbedaan posisi itu sebagai sebuah kesalahpahaman.
“Ada banyak negosiasi dengan itikad buruk dan banyak propaganda dengan itikad buruk yang terjadi,” kata Vance. “Saya pikir ini berasal dari kesalahpahaman yang sah. Saya pikir pihak Iran mengira gencatan senjata itu mencakup Libanon, padahal tidak.”
Hingga kini belum jelas bagaimana kesalahpahaman tersebut dapat terjadi dalam negosiasi internasional berisiko tinggi. Pejabat AS juga belum menjelaskan alasan pernyataan Pakistan secara tegas menyebut Libanon sebagai bagian dari gencatan senjata.
Di lapangan, Israel memiliki rekam jejak pelanggaran gencatan senjata, termasuk dalam kesepakatan November 2024 dengan Libanon. Sejak saat itu, serangan hampir terjadi setiap hari selama 15 bulan terakhir.
Pada Rabu, Israel melancarkan salah satu serangan paling mematikan dan destruktif, dengan puluhan serangan udara yang menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya.
Meski demikian, Vance mengisyaratkan bahwa Israel telah berkomitmen menunjukkan penahanan diri. Ia mengatakan pihak Israel telah berkomitmen "untuk sedikit menahan diri di Libanon, karena mereka ingin memastikan” bahwa negosiasi AS-Iran berjalan sukses.
Konflik di Libanon meningkat pada awal Maret setelah Hizbullah meluncurkan serangan roket terhadap Israel sebagai respons atas serangan Israel sebelumnya, termasuk pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Hizbullah kini menghadapi tekanan internal di Libanon atas tuduhan menyeret negara itu ke dalam perang sebagai bagian dari dukungannya terhadap Iran. Sementara itu, pejabat Iran menegaskan mereka tidak akan meninggalkan Hizbullah.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Rabu mengancam pertempuran akan kembali berkobar jika Israel tidak mematuhi gencatan senjata di Libanon. “Jika agresi terhadap Libanon tercinta tidak segera dihentikan, kami akan menjalankan tugas kami dan memberikan respons yang membuat para agresor jahat di kawasan menyesal,” demikian pernyataan IRGC.
Perbedaan tafsir atas cakupan gencatan senjata ini berpotensi menjadi ujian serius bagi kelanjutan negosiasi antara Washington dan Teheran. (Al-Jazeera/B-3)
Rencana kunjungan Wapres AS JD Vance ke Islamabad resmi dibatalkan di tengah ketidakpastian negosiasi damai dengan Iran. Presiden Trump umumkan perpanjangan gencatan senjata.
Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan terbang ke Pakistan untuk negosiasi damai dengan Iran. Di tengah blokade Selat Hormuz dan ancaman serangan, akankah kesepakatan tercapai?
AS sita kapal kargo Iran di tengah blokade Selat Hormuz. Meski situasi memanas, sinyal perundingan damai di Pakistan mulai menguat. Akankah Iran hadir?
Wapres AS JD Vance pimpin negosiasi terakhir dengan Iran di Islamabad. Trump ancam hancurkan pembangkit listrik Iran jika kesepakatan gagal tercapai.
Paus Leo XIV membawa misi persatuan ke Afrika saat hubungan Vatikan-Washington memanas.
Wapres AS JD Vance kemungkinan pimpin putaran kedua negosiasi dengan Iran di Pakistan, meski Trump telah memulai blokade Selat Hormuz.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved