Israel Gempur Ratusan Lokasi Dahiyeh Libanon, 10 Menit 254 Tewas

Media Indonesia
09/4/2026 08:12
Israel Gempur Ratusan Lokasi Dahiyeh Libanon, 10 Menit 254 Tewas
Petugas Libanon.(Al Jazeera)

ESKALASI militer di Timur Tengah kembali memuncak setelah militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di daerah Dahiyeh, sebelah selatan Beirut, Libanon, pada Rabu (8/4). Serangan ini menandai babak baru kekerasan di tengah upaya diplomasi global yang sedang berlangsung.

Menurut laporan koresponden Anadolu, ledakan keras terdengar beruntun dan asap hitam pekat tampak mengepul dari area yang menjadi sasaran utama serangan udara tersebut. Dahiyeh, yang dikenal sebagai basis pendukung Hizbullah, menjadi titik fokus gempuran terbaru ini.

Intensitas Serangan Luar Biasa

Tentara Israel sebelumnya menyatakan telah menyerang lebih dari 100 lokasi strategis hanya dalam waktu 10 menit. Operasi kilat ini mencakup wilayah yang luas, mulai dari ibu kota Beirut, Lembah Beqaa, hingga wilayah Libanon selatan.

Serangan pada Rabu ini tercatat sebagai gelombang terbesar sejak pecahnya konflik terbuka antara Israel dan kelompok pejuang Libanon, Hizbullah, pada 2 Maret lalu. Data terkini menunjukkan dampak kemanusiaan yang sangat memprihatinkan:

  • Total Korban Tewas: Sedikitnya 254 jiwa dilaporkan meninggal dunia.
  • Korban di Beirut: Tercatat 92 orang tewas akibat serangan di wilayah ibu kota.

"Kami menghadapi eskalasi berbahaya yang terjadi di Libanon. Agresi Israel dengan lebih dari 100 serangan udara menargetkan warga sipil tak berdosa di Beirut, Dahiyeh, Bekaa, Gunung Libanon, dan selatan," tegas Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, dalam keterangannya kepada Al Jazeera.

Ancaman terhadap Gencatan Senjata

Ironisya, serangan besar-besaran ini terjadi hanya sehari setelah Iran dan Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa (7/4). Kesepakatan tersebut awalnya diharapkan menjadi pembuka jalan bagi perjanjian akhir untuk menghentikan perang yang melibatkan Washington, Tel Aviv, dan Teheran sejak akhir Februari lalu.

Konflik yang terus memanas ini tidak hanya mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, tetapi juga memicu dampak sistemik secara global:

  1. Gangguan Penerbangan: Rute penerbangan internasional mengalami gangguan signifikan akibat zona konflik yang meluas.
  2. Krisis Energi Global: Pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz oleh Iran sebagai tindakan balasan atas serangan AS-Israel telah menekan pasokan energi dunia.
  3. Stabilitas Ekonomi: Ketidakpastian ini berdampak langsung pada fluktuasi harga komoditas yang ditransaksikan.
Serangan Israel di Dahiyeh ini berpotensi merusak kepercayaan dalam meja perundingan di Islamabad mendatang. Jika agresi militer tidak segera diredam, komitmen gencatan senjata dua pekan yang diumumkan Presiden Trump terancam kolaps sebelum sempat diimplementasikan sepenuhnya. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya