Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI militer di Timur Tengah kembali memuncak setelah militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di daerah Dahiyeh, sebelah selatan Beirut, Libanon, pada Rabu (8/4). Serangan ini menandai babak baru kekerasan di tengah upaya diplomasi global yang sedang berlangsung.
Menurut laporan koresponden Anadolu, ledakan keras terdengar beruntun dan asap hitam pekat tampak mengepul dari area yang menjadi sasaran utama serangan udara tersebut. Dahiyeh, yang dikenal sebagai basis pendukung Hizbullah, menjadi titik fokus gempuran terbaru ini.
Tentara Israel sebelumnya menyatakan telah menyerang lebih dari 100 lokasi strategis hanya dalam waktu 10 menit. Operasi kilat ini mencakup wilayah yang luas, mulai dari ibu kota Beirut, Lembah Beqaa, hingga wilayah Libanon selatan.
Serangan pada Rabu ini tercatat sebagai gelombang terbesar sejak pecahnya konflik terbuka antara Israel dan kelompok pejuang Libanon, Hizbullah, pada 2 Maret lalu. Data terkini menunjukkan dampak kemanusiaan yang sangat memprihatinkan:
"Kami menghadapi eskalasi berbahaya yang terjadi di Libanon. Agresi Israel dengan lebih dari 100 serangan udara menargetkan warga sipil tak berdosa di Beirut, Dahiyeh, Bekaa, Gunung Libanon, dan selatan," tegas Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, dalam keterangannya kepada Al Jazeera.
Ironisya, serangan besar-besaran ini terjadi hanya sehari setelah Iran dan Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa (7/4). Kesepakatan tersebut awalnya diharapkan menjadi pembuka jalan bagi perjanjian akhir untuk menghentikan perang yang melibatkan Washington, Tel Aviv, dan Teheran sejak akhir Februari lalu.
Konflik yang terus memanas ini tidak hanya mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, tetapi juga memicu dampak sistemik secara global:
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Ketegangan di Libanon Selatan meningkat setelah prajurit UNIFIL asal Prancis kembali gugur. Macron tuding Hizbullah, sementara Presiden Aoun sampaikan duka mendalam.
Ia menegaskan bahwa prioritas Hizbullah bukan sekadar kembali ke situasi sebelumnya, tetapi memastikan penarikan pasukan Israel serta kembalinya warga Libanon ke desa-desa mereka.
Kabinet Netanyahu bergejolak setelah pengumuman gencatan senjata 10 hari di Libanon oleh Donald Trump tanpa melalui proses pemungutan suara resmi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved