Eropa Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Harapan Baru Stabilitas Timur Tengah

Media Indonesia
08/4/2026 19:36
Eropa Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Harapan Baru Stabilitas Timur Tengah
Ilustrasi(Dok AFP)

SEJUMLAH negara di kawasan Eropa memberikan respons positif terhadap kesepakatan gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung selama dua minggu. Dukungan ini disampaikan melalui berbagai pernyataan di media sosial, seperti dikutip dari RIA Novosti di Moskow, Rabu (8/4).

Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, menjadi salah satu pejabat yang menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kebebasan jalur pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz.

"Kami menyambut baik bahwa Amerika Serikat dan Iran, setelah upaya mediasi penting oleh, antara lain, Pakistan, telah menyetujui gencatan senjata bersama selama dua minggu, yang juga dapat menciptakan kondisi untuk memulihkan jalur bebas melalui Selat Hormuz," tulis Stenergard di X.

Dukungan serupa juga datang dari Kanselir Jerman, Friedrich Merz. Ia berharap langkah ini menjadi awal dari penyelesaian konflik yang lebih permanen di kawasan tersebut. Merz turut mengapresiasi peran Pakistan dalam memfasilitasi proses mediasi antara kedua negara.

Menurutnya, dialog antara Amerika Serikat dan Iran memiliki kontribusi penting dalam melindungi warga sipil Iran serta menjaga stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah. Ia juga menilai bahwa perkembangan ini berpotensi mencegah terjadinya krisis energi global.

Sementara itu, Presiden Finlandia, Alexander Stubb, menyatakan dukungannya terhadap upaya perdamaian yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Finlandia akan terus mendorong penyelesaian konflik di Selat Hormuz dan wilayah Timur Tengah secara keseluruhan.

Hal senada diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, yang melihat gencatan senjata ini sebagai peluang penting bagi jalur diplomasi untuk kembali berjalan.

"Saya menyambut gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat. Ini memberi diplomasi sebuah kesempatan, pada saat dunia berada di ambang eskalasi berbahaya," ucap menteri tersebut di X.

Sebelumnya, pada Selasa malam waktu setempat, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan gencatan senjata bilateral dengan Iran selama dua minggu. Ia juga menyebut bahwa Iran bersedia membuka kembali akses di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi bahwa Teheran akan memulai pembicaraan lanjutan dengan Amerika Serikat pada Jumat mendatang di Islamabad, Pakistan.

Kesepakatan ini dinilai menjadi momentum penting dalam meredakan ketegangan global serta membuka peluang menuju stabilitas jangka panjang di kawasan Timur Tengah. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya