Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIT komando operasional tertinggi Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya agar tidak melanjutkan serangan terhadap infrastruktur negara tersebut. Teheran bahkan mengancam akan menargetkan fasilitas energi di kawasan sebagai bentuk tekanan balik.
Peringatan itu disampaikan pada Rabu oleh Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya yang berperan mengoordinasikan operasi militer antara Angkatan Darat Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Juru bicara markas tersebut, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, menegaskan bahwa Iran siap mengambil langkah tegas jika serangan terus berlanjut.
"Kami akan menargetkan infrastruktur AS dan sekutunya dengan cara yang akan merampas minyak dan gas kawasan dari mereka selama bertahun-tahun dan memaksa mereka untuk mundur dari kawasan tersebut," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip dari Press TV.
Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangkaian serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah fasilitas vital Iran, termasuk sektor petrokimia, jalur transportasi, serta infrastruktur strategis lainnya sejak akhir Februari.
Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ultimatum kepada Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang sebelumnya ditutup oleh Teheran bagi pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh.
Iran menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan tersebut dan hanya akan menerima penghentian konflik jika seluruh bentuk agresi terhadap negaranya dihentikan secara menyeluruh.
Dalam beberapa waktu terakhir, militer Iran juga meningkatkan intensitas serangan balasan. Angkatan Bersenjata Iran dilaporkan telah melancarkan gelombang serangan ke-99 yang menyasar target strategis milik AS dan Israel di berbagai wilayah.
Serangan terbaru disebut melibatkan penggunaan sistem peluncur rudal ganda oleh IRGC, yang untuk pertama kalinya digunakan dalam rangkaian operasi balasan tersebut.
Zolfaqari menegaskan bahwa operasi militer Iran akan terus berlanjut dengan skala yang lebih besar.
"Gelombang operasi yang efektif dan menghancurkan oleh Angkatan Bersenjata Iran terhadap infrastruktur militer, keamanan, dan ekonomi rezim Zionis di wilayah pendudukan, serta terhadap pusat-pusat yang terkait dengan Amerika Serikat yang kriminal di kawasan tersebut, akan terus berlanjut dengan intensitas dan volume yang lebih besar," pungkasnya. (I-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved