Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Blokade de facto di Selat Hormuz oleh Iran, sebagai respons atas konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, memicu krisis energi global yang dinilai sebagai salah satu yang terburuk dalam beberapa dekade.
Sejak perang pecah pada 28 Februari, Teheran terus menghambat jalur pelayaran di selat tersebut, yang biasanya dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi energi dunia.
Ketegangan di kawasan tersebut juga memicu lonjakan inflasi serta gangguan pasokan bagi negara-negara yang sangat bergantung pada jalur ini.
Situasi semakin memburuk dengan tertahannya hampir 2.000 kapal di sekitar selat sempit yang terletak di antara Iran di utara serta Oman dan Uni Emirat Arab di selatan.
Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional, Arsenio Dominguez, mengatakan ribuan kapal kini menunggu izin untuk melintas di kedua sisi selat tersebut.
Sementara itu, perusahaan intelijen maritim Windward menyebut banyak operator kapal memilih menunggu di luar kawasan daripada mengambil rute alternatif yang lebih panjang dan mahal.
Di tengah situasi tersebut, parlemen Iran dilaporkan tengah mengkaji undang-undang yang memungkinkan penerapan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
"Menurut rencana ini, Iran akan memungut biaya untuk memastikan keamanan kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz," kata seorang pejabat Iran, seperti dilansir Al Jazeera, Minggu (29/3).
"Hal ini sepenuhnya wajar. Seperti di koridor lain, ketika barang melewati suatu negara, bea masuk dikenakan. Selat Hormuz juga merupakan koridor. Kami memastikan keamanannya, sehingga wajar jika kapal dan tanker membayar bea kepada kami," tambahnya.
Dampak blokade ini langsung terasa di pasar energi global. Harga minyak melonjak di atas 100 dolar AS per barel, meningkat sekitar 40 persen dibandingkan sebelum konflik.
Lonjakan tersebut memaksa sejumlah negara, terutama di kawasan Asia, untuk melakukan penjatahan bahan bakar serta mengurangi produksi industri.
Beberapa negara terdampak juga dilaporkan melobi Iran agar membuka kembali jalur pelayaran, mengingat selat tersebut menjadi salah satu akses utama ekspor minyak dan gas bagi banyak produsen di kawasan Teluk.
Iran diketahui menjadikan kontrol atas Selat Hormuz sebagai salah satu syarat utama dalam upaya mengakhiri konflik.
Anggota parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, menyatakan negaranya telah mulai mengenakan biaya transit bagi kapal yang melintas.
"Sekarang, karena perang memiliki biaya, tentu saja kita harus melakukan ini dan memungut biaya transit dari kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz," ujarnya.
Situasi ini menunjukkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak pada aspek militer, tetapi juga mengguncang stabilitas ekonomi global melalui jalur energi vital dunia. (Z-10)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
AS mencegat tiga tanker minyak Iran di perairan Asia, memperluas blokade hingga Samudra Hindia. Ketegangan ini memicu ancaman krisis energi global akibat gangguan di Selat Hormuz.
Kapal tanker milik perusahaan Tiongkok yang disanksi AS terdeteksi menembus Selat Hormuz, menandai pelayaran pertama sejak blokade berlaku.
Trump ancam blokade Selat Hormuz yang dibalas oleh Iran dengan peringatan keras. Harga minyak melonjak di atas US$100 per barel, memicu kekhawatiran baru di pasar global.
Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan lebih dari 19.450 jenazah anak dibawa ke rumah sakit, sementara lebih dari 12.500 perempuan juga tewas.
Spanyol bergabung dengan Italia dalam pengiriman kapal perang militer untuk melindungi armada internasional yang berusaha mengirimkan bantuan ke Gaza setelah diserang di lepas pantai Yunani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved