AS Intersep 3 Tanker Iran di Perairan Asia, Hormuz Terancam Lumpuh

Khoerun Nadif Rahmat
24/4/2026 13:10
AS Intersep 3 Tanker Iran di Perairan Asia, Hormuz Terancam Lumpuh
3 Tanker Iran diblokade AS di Perairan Asia.(Dok. BBC)

MILITER Amerika Serikat (AS) memperluas operasi blokade terhadap Iran dengan mencegat sedikitnya tiga kapal tanker minyak di perairan Asia, mulai dari lepas pantai Malaysia, India, hingga Sri Lanka.

Langkah ini menandai eskalasi signifikan. Operasi yang sebelumnya terfokus di Selat Hormuz dan Teluk Persia kini bergeser jauh ke laut lepas, menunjukkan jangkauan militer AS yang semakin agresif.

Tiga kapal yang telah dikonfirmasi dicegat adalah supertanker Deep Sea, Sevin, dan Dorena.

  • Deep Sea terakhir terpantau membawa sebagian muatan minyak mentah di lepas pantai Malaysia sekitar sepekan lalu.
  • Sevin, berkapasitas 1 juta barel, sebelumnya berada di wilayah serupa dengan muatan sekitar 65 persen.
  • Sementara Dorena, yang mengangkut penuh hingga 2 juta barel, terdeteksi di selatan India dan kini dikawal kapal perusak Angkatan Laut AS di Samudra Hindia.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut Dorena diduga mencoba menembus blokade sebelum akhirnya diamankan.

Selain itu, kapal Derya juga dilaporkan kemungkinan dicegat setelah gagal membongkar muatannya di India, menyusul berakhirnya masa pengecualian sanksi AS.

Strategi terbaru Washington disebut sengaja menyasar kapal Iran di perairan terbuka untuk mengurangi risiko operasional, termasuk ancaman ranjau laut.

“AS kini memburu kapal Iran jauh dari Selat Hormuz untuk menghindari risiko ranjau apung,” ujar sumber keamanan maritim.

Sejak blokade dimulai, setidaknya 31 kapal telah diperintahkan berbalik arah atau kembali ke pelabuhan.

Eskalasi ini terjadi tak lama setelah penyitaan kapal kargo Touska di Teluk Oman oleh USS Spruance.

Di sisi lain, Iran merespons dengan menyita kapal kontainer MSC Francesca dan Epaminondas di Selat Hormuz, menuduh keduanya melintas tanpa izin.

Ketegangan yang terus meningkat bahkan berdampak langsung pada jalur energi global. Penutupan Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia, kini memicu kekhawatiran akan krisis energi skala global. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya