Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Amerika Serikat (AS) memperluas operasi blokade terhadap Iran dengan mencegat sedikitnya tiga kapal tanker minyak di perairan Asia, mulai dari lepas pantai Malaysia, India, hingga Sri Lanka.
Langkah ini menandai eskalasi signifikan. Operasi yang sebelumnya terfokus di Selat Hormuz dan Teluk Persia kini bergeser jauh ke laut lepas, menunjukkan jangkauan militer AS yang semakin agresif.
Tiga kapal yang telah dikonfirmasi dicegat adalah supertanker Deep Sea, Sevin, dan Dorena.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut Dorena diduga mencoba menembus blokade sebelum akhirnya diamankan.
Selain itu, kapal Derya juga dilaporkan kemungkinan dicegat setelah gagal membongkar muatannya di India, menyusul berakhirnya masa pengecualian sanksi AS.
Strategi terbaru Washington disebut sengaja menyasar kapal Iran di perairan terbuka untuk mengurangi risiko operasional, termasuk ancaman ranjau laut.
“AS kini memburu kapal Iran jauh dari Selat Hormuz untuk menghindari risiko ranjau apung,” ujar sumber keamanan maritim.
Sejak blokade dimulai, setidaknya 31 kapal telah diperintahkan berbalik arah atau kembali ke pelabuhan.
Eskalasi ini terjadi tak lama setelah penyitaan kapal kargo Touska di Teluk Oman oleh USS Spruance.
Di sisi lain, Iran merespons dengan menyita kapal kontainer MSC Francesca dan Epaminondas di Selat Hormuz, menuduh keduanya melintas tanpa izin.
Ketegangan yang terus meningkat bahkan berdampak langsung pada jalur energi global. Penutupan Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia, kini memicu kekhawatiran akan krisis energi skala global. (Z-10)
Trump mengklaim Iran mengirim 20 kapal tanker minyak ke AS lewat Selat Hormuz sebagai tanda hormat, di tengah negosiasi yang disebut makin dekat.
Tanker minyak Rusia Altura yang membawa 140.000 ton minyak diserang drone di Laut Hitam. Insiden terjadi di tengah pengetatan sanksi Eropa terhadap armada bayangan.
Gedung Putih membantah kabar Angkatan Laut AS telah mengawal tanker di Selat Hormuz setelah pernyataan kontroversial Menteri Energi Wright di media sosial.
REKAMAN video menunjukkan saat pemberontak Houthi Yaman meluncurkan kapal nirawak bermuatan bahan peledak ke kapal tanker minyak Inggris di Laut Merah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved