Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kian memanas menyusul perundingan damai antara kedua negara di Pakistan gagal mencapai kesepakatan. Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan blokade di Selat Hormuz, langkah yang langsung memicu lonjakan harga minyak dunia kembali menembus US$100 per barel.
Trump sebelumnya menyatakan Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz serta melarang kapal mana pun di perairan internasional yang membayar biaya kepada Iran. Langkah ini diperkuat oleh pernyataan Komando Pusat AS (Centom) yang menyebut blokade terhadap seluruh pelabuhan dan wilayah pesisir Teluk Iran akan dimulai pada Senin pukul 10.00 waktu setempat.
Menurut Centom, langkah tersebut secara efektif akan menempatkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz di bawah kendali AS.
Menanggapi ancaman tersebut, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf melontarkan sindiran keras kepada Trump melalui platform X.
“Nikmati harga pompa saat ini. Dengan apa yang disebut ‘blokade’, Anda akan segera merindukan harga bensin US$4–US$5,” tulisnya.
Dalam pernyataan sebelumnya, Ghalibaf juga menegaskan bahwa ancaman terbaru Trump tidak akan berpengaruh terhadap Iran.
“Jika Anda berperang, kami akan berperang … Kami tidak akan tunduk pada ancaman apa pun,” tegasnya.
Dampak langsung dari eskalasi ini terlihat di pasar energi global. Harga minyak melonjak tajam pada perdagangan awal setelah pengumuman blokade oleh Trump. Harga minyak mentah AS naik 8% menjadi US$104,24 per barel, sementara minyak mentah Brent—patokan internasional—melonjak 7% ke level US$102,29 per barel.
Kenaikan harga energi tersebut juga mengguncang pasar keuangan global. Bursa saham Australia dilaporkan anjlok tajam pada pembukaan perdagangan Senin pagi, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak konflik terhadap stabilitas ekonomi dunia.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi global, sehingga setiap gangguan di kawasan ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan ketidakstabilan ekonomi secara luas. (The Guardian/B-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved