Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH kapal tanker milik perusahaan Tiongkok yang masuk daftar sanksi Amerika Serikat dilaporkan melintasi Selat Hormuz pada Selasa (14/4). Pergerakan ini menjadi pelayaran pertama yang terdeteksi sejak blokade diberlakukan di salah satu jalur perairan paling strategis di dunia itu.
Kapal pengangkut minyak dan bahan kimia tersebut tercatat dimiliki Shanghai Xuanrun Shipping, perusahaan yang telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat.
Berdasarkan data pelacakan MarineTraffic, kapal itu melintas pada Selasa pagi setelah sebelumnya berputar di sekitar perairan Selat Hormuz sejak Senin malam.
Kapal diketahui berangkat dari Sharjah, Uni Emirat Arab, dan kini berlayar menuju pelabuhan tujuan di Tiongkok.
Di waktu hampir bersamaan, satu kapal tanker lain yang berangkat dari pusat ekspor minyak Iran di Pulau Kharg juga terdeteksi melintasi Selat Hormuz pada Senin. Kapal itu diduga menyiarkan data Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) yang tidak akurat, sehingga tampak seolah berlayar dari Arab Saudi.
Manipulasi data pelacakan semacam ini kian sering muncul seiring meningkatnya tensi konflik di kawasan.
Sejumlah kapal diduga sengaja menyamarkan rute pelayaran dengan menyiarkan data AIS palsu, bahkan mematikan sinyal sepenuhnya, untuk menghindari pemantauan saat melintas di jalur strategis tersebut. (Anadolu/Z-10)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved