Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyebut Israel sebagai hambatan terbesar bagi perdamaian di kawasan Timur Tengah karena dinilai terus memanfaatkan pengaruh strukturalnya dalam politik Amerika Serikat (AS) sembari menjalankan agenda strategis yang lebih luas.
Berbicara dalam siaran langsung di stasiun televisi Turki, Fidan mengatakan perang yang berlangsung “di depan mata dunia” membawa konsekuensi serius, tidak hanya bagi stabilitas regional tetapi juga politik global. Ia menegaskan sejak awal prioritas Turki adalah mencegah konflik meluas, mengendalikan eskalasi, serta menjaga agar negaranya tidak terseret ke dalam perang.
Fidan kembali menekankan bahwa posisi Israel tetap menjadi penghalang utama tercapainya perdamaian. Ankara, kata dia, terus mendorong gencatan senjata segera dan penyelesaian diplomatik.
Menurut Fidan, Israel memanfaatkan pengaruhnya di politik domestik AS untuk mempertahankan kelanjutan konflik. Ia memperingatkan bahwa jika Israel melihat peluang untuk memperdalam atau memperluas perang berdasarkan kalkulasi strategisnya, maka langkah itu akan terus diambil.
“Pada titik ini, hambatan terbesar bagi perdamaian adalah posisi Israel,” ujarnya.
Fidan juga menyoroti meningkatnya tekanan domestik yang dihadapi pemerintah AS menjelang pemilu mendatang. Ia menyebut tujuan militer awal Washington--mulai dari menargetkan kemampuan nuklir Iran hingga infrastruktur rudal dan industri pertahanannya--telah dinyatakan sebagian besar tercapai.
Menurut dia, publik Amerika dan komunitas internasional kini mempertanyakan alasan kelanjutan perang yang berdampak serius terhadap ekonomi global.
“Jika tujuan-tujuan itu telah tercapai, mengapa perang yang membawa konsekuensi ekonomi global besar masih berlanjut?” kata Fidan.
Ia menambahkan, tekanan tersebut memicu upaya-upaya diplomatik, meski dilakukan secara hati-hati. Namun, tantangan utama tetap pada ketidakmampuan komunitas internasional memberikan tekanan efektif terhadap Israel, sebagaimana yang terjadi dalam konflik di Gaza.
Fidan menilai, apabila Washington ingin mencapai kesepakatan dengan Iran, maka AS harus bersedia menggunakan pengaruhnya secara lebih tegas terhadap Israel.
“Jika Washington ingin mencapai kesepakatan dengan Iran, maka harus siap menggunakan pengaruh serius terhadap Israel. Kita akan melihat siapa yang dapat memengaruhi siapa,” ujarnya.
Ia memperingatkan bahwa selain kerusakan langsung, konflik berisiko meninggalkan instabilitas jangka panjang dan perpecahan antarmasyarakat yang bisa menghambat pemulihan kawasan selama beberapa dekade. (Daily Sabah/B-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved