Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat menyiapkan imbalan hingga US$10 juta atau Rp169,5 miliar bagi pihak yang dapat memberikan informasi terkait lokasi para pemimpin utama Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Program tersebut diumumkan oleh Rewards for Justice (RFJ), yang berada di bawah Departemen Luar Negeri AS, pada Jumat (13/3).
"Rewards for Justice menawarkan hadiah hingga US$10 juta (sekitar Rp169,5 miliar) untuk informasi tentang para pemimpin kunci Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan cabang-cabang komponennya. Individu-individu ini memimpin dan mengarahkan berbagai elemen IRGC, yang merencanakan, mengatur, dan melaksanakan terorisme di seluruh dunia," kata RFJ dalam sebuah pernyataan.
Program hadiah tersebut mencakup informasi mengenai beberapa tokoh penting di lingkaran kekuasaan Iran. Di antaranya adalah Ayatollah Mojtaba Khamenei, Wakil Kepala Staf di Kantor Pemimpin Tertinggi (SLO) Ali Asghar Hejazi, Penasihat SLO Ali Larijani, Menteri Dalam Negeri Brigjen Eskandar Momeni, serta Menteri Intelijen dan Keamanan Esmail Khatib.
RFJ menyebutkan bahwa siapa pun yang memiliki informasi terkait para tokoh tersebut dapat melaporkannya melalui saluran resmi program tersebut.
Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat setelah serangan yang dilancarkan pada 28 Februari. Pada saat itu, kedua negara menargetkan sejumlah lokasi di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, menimbulkan korban sipil, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatullah Ali Khamenei.
Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Setelah wafatnya Ali Khamenei, putranya, Mojtaba Khamenei, kemudian dipilih untuk menggantikan posisi tersebut sebagai pemimpin baru Iran. Hingga kini, otoritas Iran belum mengumumkan perubahan lain dalam struktur kepemimpinan militer negara tersebut.
Pada awalnya, Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa serangan mereka ke Iran dilakukan sebagai langkah untuk menghadapi ancaman yang dinilai berasal dari program nuklir Teheran. Namun, kemudian keduanya juga menegaskan bahwa tujuan yang lebih luas adalah mendorong terjadinya perubahan rezim di Iran. (Ant/E-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran demi solusi diplomatik, meski kepemimpinan Iran dilaporkan terpecah belah.
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara terbuka menggaungkan klaim kemenangan negaranya dalam persaingan geopolitik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Laporan intelijen menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dalam kondisi kritis akibat serangan AS-Israel. Teheran membantah klaim kondisi koma.
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei dilaporkan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan sedang menjalani perawatan akibat kondisi parah, sementara donald trump sepakat gencatan senjata
Mojtaba Khamenei dikabarkan kritis dan tak sadarkan diri. Iran menghadapi krisis kepemimpinan di tengah konflik dan ancaman keras dari AS.
Mohsen Rezaei, penasihat militer Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran tidak akan berhenti berperang sebelum AS memberikan jaminan internasional dan mencabut sanksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved