Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei dilaporkan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan sedang menjalani perawatan akibat kondisi parah, demikian dilaporkan The Times mengutip intelijen AS-Israel. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Iran dengan syarat.
Pertanyaan terus bermunculan mengenai keberadaan pemimpin berusia 56 tahun itu selama perang Iran dengan Amerika Serikat. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Khamenei tidak mampu memimpin negara.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Khamenei sedang menjalani perawatan di kota Qom, Iran. Hal ini bertentangan dengan kabar sebelumnya bahwa Khamenei mungkin telah dipindahkan keluar dari Iran, ke Rusia untuk menjalani perawatan setelah ia terluka dalam serangan AS-Israel di Teheran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, dan beberapa anggota keluarga lainnya.
Menurut laporan tersebut, Khamenei berada dalam kondisi yang “kritis” dan tidak mampu ikut serta dalam urusan pemerintahan atau pengambilan keputusan.
“Mojtaba Khamenei sedang dirawat di Qom dalam kondisi kritis dan tidak dapat terlibat dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim,” demikian bunyi memo diplomatik yang dikutip oleh The Times dikutip Rabu (8/4).
Qom merupakan salah satu kota paling suci dalam Islam Syiah, dan awalnya dianggap sebagai tempat peristirahatan terakhir Ali Khamenei setelah ia dibunuh oleh AS dan Israel pada hari pertama perang yang sedang berlangsung.
Tidak terlihat di publik sejak 28 Februari
Mojtaba Khamenei, yang tidak terlihat di publik sejak serangan udara menewaskan ayahnya, diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru pada 8 Maret.
Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, mengklaim bahwa Khamenei juga tewas atau terluka parah dalam serangan udara pada 28 Februari 2026. (H-4)
Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran demi solusi diplomatik, meski kepemimpinan Iran dilaporkan terpecah belah.
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara terbuka menggaungkan klaim kemenangan negaranya dalam persaingan geopolitik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Laporan intelijen menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dalam kondisi kritis akibat serangan AS-Israel. Teheran membantah klaim kondisi koma.
Mojtaba Khamenei dikabarkan kritis dan tak sadarkan diri. Iran menghadapi krisis kepemimpinan di tengah konflik dan ancaman keras dari AS.
Mohsen Rezaei, penasihat militer Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran tidak akan berhenti berperang sebelum AS memberikan jaminan internasional dan mencabut sanksi.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved