Ke Mana Mojtaba Khamenei Setelah Gencatan Senjata AS - Iran?

Media Indonesia
08/4/2026 18:58
Ke Mana Mojtaba Khamenei Setelah Gencatan Senjata AS - Iran?
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei(Dok.MI)

PEMIMPIN Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei dilaporkan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan sedang menjalani perawatan akibat kondisi parah, demikian dilaporkan The Times mengutip intelijen AS-Israel. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Iran dengan syarat.

Pertanyaan terus bermunculan mengenai keberadaan pemimpin berusia 56 tahun itu selama perang Iran dengan Amerika Serikat. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Khamenei tidak mampu memimpin negara.

Di mana Mojtaba Khamenei?

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Khamenei sedang menjalani perawatan di kota Qom, Iran. Hal ini bertentangan dengan kabar sebelumnya bahwa Khamenei mungkin telah dipindahkan keluar dari Iran, ke Rusia untuk menjalani perawatan setelah ia terluka dalam serangan AS-Israel di Teheran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, dan beberapa anggota keluarga lainnya.

Menurut laporan tersebut, Khamenei berada dalam kondisi yang “kritis” dan tidak mampu ikut serta dalam urusan pemerintahan atau pengambilan keputusan.

“Mojtaba Khamenei sedang dirawat di Qom dalam kondisi kritis dan tidak dapat terlibat dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim,” demikian bunyi memo diplomatik yang dikutip oleh The Times dikutip Rabu (8/4).

Qom merupakan salah satu kota paling suci dalam Islam Syiah, dan awalnya dianggap sebagai tempat peristirahatan terakhir Ali Khamenei setelah ia dibunuh oleh AS dan Israel pada hari pertama perang yang sedang berlangsung.

Tidak terlihat di publik sejak 28 Februari

Mojtaba Khamenei, yang tidak terlihat di publik sejak serangan udara menewaskan ayahnya, diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru pada 8 Maret.

Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, mengklaim bahwa Khamenei juga tewas atau terluka parah dalam serangan udara pada 28 Februari 2026. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya