Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG penolakan terhadap perang melawan Iran mulai merambah internal militer Amerika Serikat (AS). Center on Conscience & War (CCW), sebuah organisasi nirlaba yang mendampingi penolak sengketa berdasarkan hati nurani (conscientious objectors), melaporkan adanya lonjakan drastis panggilan dari para tentara aktif yang keberatan dikerahkan ke medan tempur.
Direktur Eksekutif CCW, Mike Prysner, mengungkapkan melalui platform X bahwa intensitas oposisi di kalangan prajurit saat ini sebanding dengan protes besar-besaran saat invasi Irak tahun 2003. "Telepon kami terus berdering. Jauh lebih banyak unit yang telah diaktifkan untuk pengerahan daripada yang diketahui publik," tulis Prysner seperti dilansir MEE, Senin (9/3).
Disentri Moral Akibat Tragedi Minab
Penolakan ini dipicu oleh kegelisahan moral para prajurit, terutama terkait laporan pembantaian di sekolah dasar perempuan di Minab, Iran Selatan. Serangan udara yang diduga menggunakan rudal jelajah Tomahawk tersebut menewaskan sedikitnya 165 orang, mayoritas anak-anak. Laporan mengenai taktik double-tap strike—di mana rudal kedua menghantam penyintas dan petugas medis—memicu kecaman keras dari dalam barak militer.
"Para prajurit menyampaikan rasa muak atas pembantaian di sekolah tersebut serta serangan terhadap fregat Iran di perairan internasional," tambah pernyataan CCW.
Isu Wajib Militer Muncul Kembali
Di sisi lain, spekulasi mengenai mobilisasi massal semakin menguat setelah Gedung Putih melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt menolak untuk mengesampingkan kemungkinan diberlakukannya kembali wajib militer (the draft). Jika terealisasi, ini akan menjadi kali pertama AS melakukan konskripsi paksa sejak Perang Vietnam pada 1972. Ketegangan ini semakin nyata setelah Angkatan Darat AS membatalkan latihan besar bagi Divisi Airborne ke-82, yang disinyalir sebagai persiapan untuk pengerahan tempur darat yang sebenarnya. (MEE/B-3)
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Mantan Direktur FBI James Comey menghadapi dakwaan pidana atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump lewat unggahan media sosial.
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.
Gedung Putih mengunggah foto Raja Charles III dan Donald Trump dengan takarir "Dua Raja".
Raja Charles III dan Donald Trump melakukan pertukaran kado simbolis dalam kunjungan kenegaraan ke AS. Dari desain Resolute Desk hingga surat bersejarah John Adams.
PAKAR Ilmu Ketahahan Nasional Universitas Gadjah Mada mendesak agar pemerintah RI menutup ruang udara untuk kepentingan militer Amerika Serikat.
Pentagon mengumumkan pengunduran diri Sekretaris Angkatan Laut AS John Phelan secara mendadak. Langkah ini memperpanjang daftar "pembersihan" pejabat militer era Trump.
Merespons kejadian tersebut, Iran melancarkan serangan drone terhadap kapal-kapal perang AS, yang menyebabkan pasukan AS mundur.
Pasukan militer AS kembali melakukan serangan mematikan terhadap kapal yang diduga milik kartel narkoba di Pasifik Timur.
Presiden Trump memerintahkan Angkatan Laut AS melakukan blokade total di Selat Hormuz untuk melumpuhkan ekonomi Iran.
Citra satelit terbaru menunjukkan kawah-kawah besar di sepanjang jalan Provinsi Esfahan, lokasi dramatis evakuasi kru jet tempur F-15E Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved