Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSKALASI militer di Timur Tengah secara mengejutkan meluas hingga ke wilayah Kaukasus Selatan pada awal Maret 2026. Serangan drone yang diduga milik Iran menghantam Bandara Internasional Nakhchivan di Azerbaijan telah memicu pertanyaan besar bagi komunitas internasional: Mengapa serangan drone menargetkan infrastruktur sipil negara tetangga?
Pada Kamis, 5 Maret 2026, setidaknya empat pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan dari wilayah Iran melintasi perbatasan menuju eksklave Nakhchivan. Satu drone kamikaze jenis Arash-2 dilaporkan menghantam gedung terminal utama bandara, sementara drone lainnya jatuh di dekat fasilitas pendidikan di desa Shakarabad. Insiden ini menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan dan melukai sedikitnya empat warga sipil.
Di sisi lain, Iran telah membantah tuduhan menyerang Azerbaijan. Iran juga mengisyaratkan bahwa Israel mungkin berada di balik serangan tersebut. Kantor berita resmi Iran, IRNA melaporkan bahwa Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran mengatakan bahwa pasukan Iran tidak meluncurkan drone apa pun ke Azerbaijan.
Faktor utama yang memicu kemarahan Teheran adalah kemitraan pertahanan yang kian erat antara Baku dan Tel Aviv. Iran mencurigai bahwa Azerbaijan menyediakan akses bagi intelijen Israel (Mossad) untuk mengoperasikan stasiun pemantauan di sepanjang perbatasan Iran. Teheran memandang kehadiran aset Israel di halaman belakang mereka sebagai ancaman eksistensial yang nyata.
Serangan ke Nakhchivan terjadi hanya beberapa hari setelah gelombang serangan udara besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel ke fasilitas strategis di daratan Iran pada akhir Februari 2026. Dalam doktrin pertahanannya, Iran cenderung melakukan serangan balasan secara asimetris terhadap negara-negara yang dianggap memfasilitasi atau mendukung kepentingan Barat dan Israel di kawasan tersebut.
Nakhchivan memiliki posisi geografis yang sangat sensitif. Dengan menyerang wilayah ini, Iran menunjukkan kemampuannya untuk memutus jalur logistik dan menghancurkan infrastruktur vital Azerbaijan tanpa harus melakukan invasi skala penuh. Ini adalah bentuk diplomasi koersif untuk memaksa Azerbaijan menjauh dari pengaruh blok Barat.
(H-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved