Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI bawah langit yang dipenuhi gumpalan asap hitam dan gema ledakan rudal, penduduk Teheran kini berjuang untuk sekadar bertahan hidup. Sejak Sabtu (28/2), gelombang serangan udara Amerika Serikat dan Israel terus menghujani ibu kota Iran, menewaskan lebih dari 1.000 orang dan melumpuhkan aktivitas kota berpenduduk 10 juta jiwa tersebut.
Bagi warga seperti Sepehr di Teheran Timur, ledakan yang menggetarkan kaca jendela rumahnya telah menjadi pemandangan sehari-hari. Meski dicekam ketakutan, ia memilih bertahan.
“Perang mungkin berlangsung berminggu-minggu, jadi saya dan keluarga hanya akan pergi jika keadaan menjadi terlalu buruk. Untuk saat ini, hidup terus berjalan,” kata Sepehr kepada Al Jazeera.
Pemandangan serupa terjadi di seluruh Teheran, kota berpenduduk hampir 10 juta orang. Rudal Amerika Serikat dan Israel berjatuhan secara berturut-turut selama gelombang serangan yang terjadi di semua waktu sepanjang hari.
Pejabat Iran mengatakan pada hari Kamis bahwa beberapa fasilitas air dan listrik rusak oleh proyektil dan meminta warga untuk menghemat sumber daya. Namun sejauh ini tidak ada laporan pemadaman listrik yang meluas.
Di luar ancaman rudal, warga Iran menghadapi musuh yang tak kalah mematikan yaitu Hiperinflasi. Marjan, seorang warga di wilayah barat, menceritakan bagaimana ia harus bergegas ke toko saat jeda pengeboman hanya untuk mendapati harga-harga barang yang melonjak tak masuk akal.
“Kecuali beberapa barang yang mungkin stoknya lebih sedikit, toko-toko sebagian besar memiliki semua yang Anda inginkan untuk saat ini, tetapi siapa yang tahu apa yang bisa terjadi nanti. Bagaimanapun, harganya mencekik leher masyarakat,” kata Marjan.
Otoritas Teheran telah memutus akses internet global selama enam hari berturut-turut, menciptakan situasi "Orwellian" di mana informasi hanya bersumber dari propaganda negara.
Pemutusan internet secara masif dimulai sesaat setelah serangan udara Sabtu (28/2) pagi yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei beserta keluarga dan sejumlah petinggi militer. Menurut data dari NetBlocks dan CloudFlare, konektivitas internet di Iran anjlok hingga di bawah 1 persen.
Otoritas telekomunikasi Iran dilaporkan mulai mengirimkan pesan teks berisi ancaman tindakan hukum bagi warga yang kedapatan mencoba menggunakan atau membagikan VPN. Pihak yudisial juga mulai membungkam sisa-sisa kebebasan berpendapat di dunia maya dengan menutup kolom komentar di situs-situs populer seperti Zoomit.
Kondisi ini memicu munculnya pasar gelap koneksi internet. Meski lambat dan harganya selangit, sebagian warga nekat membeli proksi ilegal demi mendapatkan informasi dari luar negeri.
Pemerintah juga mendesak warga untuk bertindak sebagai "mata-mata" dengan melaporkan aktivitas mencurigakan atau penampakan jet tempur asing. Hingga saat ini, belum ada kejelasan kapan blokade internet ini akan berakhir, di saat ketidakpastian politik di dalam negeri terus memuncak. (Al Jazeera/P-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved