Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA menilai Amerika Serikat dan Israel tidak memiliki alasan yang jelas untuk melakukan serangan terhadap Iran. Hal ini memunculkan keraguan mengenai keseriusan AS dalam upaya negosiasi nuklir dengan Teheran.
Pernyataan ini disampaikan oleh Mikhail Ulyanov, Perwakilan Tetap Rusia untuk Organisasi Internasional di Wina, Austria, pada Senin (2/3).
"Kami ingin perundingan (tentang program nuklir Iran) dilanjutkan," kata Ulyanov, Selasa (3/3).
"Sulit membayangkan setelah serangan tersebut dilakukan perundingan akan dilanjutkan seolah tidak terjadi apa-apa," tambahnya.
Ulyanov menegaskan bahwa yang paling mengejutkan adalah ketiadaan alasan untuk aksi militer tersebut. Pernyataan itu disampaikan usai sidang khusus Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang membahas serangan AS-Israel terhadap Iran.
Menurutnya, negosiasi nuklir masih berlangsung hingga pekan lalu sebelum AS dan Israel melakukan serangan.
"Saya beberapa kali berbicara dengannya pekan lalu. Tiba-tiba, pengeboman dimulai. Bagaimana bisa? Ini menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan AS dalam bernegosiasi terkait program nuklir Iran," ujar Ulyanov.
Ulyanov menekankan bahwa perundingan sebelumnya mulai menunjukkan kemajuan nyata. Hal ini juga dicatat oleh otoritas Oman dan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi.
Serangan yang dilakukan AS dan Israel pada Sabtu menargetkan sejumlah lokasi di Iran, menimbulkan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Khamenei. Balasan Iran kemudian dilakukan dengan menyerang Israel dan pangkalan militer AS di beberapa negara di Timur Tengah. (Ant/E-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump memutuskan membatalkan rencana kunjungan utusannya ke Pakistan untuk membahas perundingan damai dengan Iran.
Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan terbang ke Pakistan untuk negosiasi damai dengan Iran. Di tengah blokade Selat Hormuz dan ancaman serangan, akankah kesepakatan tercapai?
Persiapan intensif di Islamabad, Pakistan, menguatkan sinyal bahwa putaran kedua perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
AMERIKA Serikat (AS) dan Iran dikabarkan akan melanjutkan perundingan tahap kedua dalam waktu dekat.
Pengamat Hubungan Internasional Andrea Abdul Rahman Azzqy menjelaskan alasan jalur perundingan Iran dan Amerika Serikat belum tertutup.
Kegagalan perundingan damai antara Donald Trump dan pemerintah Iran di Islamabad kembali memperuncing ketegangan kedua negara, sekaligus membuka babak baru ketidakpastian di kawasan dan jalur energi global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved