Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri Tiongkok menyebut hanya dialog dan negosiasi yang dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah Ukraina. Ini menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Presiden Xi Jinping yang punya pengaruh besar atas Vladimir Putin.
"Dialog dan negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar yang layak dari krisis Ukraina. Paksaan dan tekanan tidak akan memberikan solusi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (23/10).
Sebelumnya Donald Trump mengatakan bahwa ia yakin Presiden Tiongkok Xi Jinping dapat memainkan peran kunci dalam membujuk Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang di Ukraina.
"Ya, saya yakin. Saya pikir dia bisa memiliki pengaruh besar terhadap Putin dan tentu saja kita akan membicarakan soal Rusia-Ukraina," kata Trump kepada wartawan di Washington, Rabu (22/10), saat ditanya apakah Xi bisa meyakinkan Putin untuk menghentikan perang.
Guo Jiakun juga menyesalkan tindakan Uni Eropa (UE) yang menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan di beberapa negara, termasuk 12 perusahaan di Tiongkok dan tiga perusahaan di India. Perusahaan itu dianggap UE membantu Rusia menghindari sanksi Barat terkait transfer teknologi, khususnya dalam produksi drone.
"Tiongkok sangat menyesalkan dan dengan tegas menolak sanksi sepihak ilegal Uni Eropa yang berulang kali dijatuhkan terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok terkait Rusia. Tiongkok mengajukan protes kepada pihak Uni Eropa," tambah Guo Jiakun.
Ia menekankan bahwa Tiongkok bukanlah pihak yang menciptakan krisis Ukraina dan juga bukan pihak yang terkait di dalamnya.
"Tiongkok berkomitmen mendorong perundingan perdamaian. Kami tidak pernah menyediakan senjata mematikan kepada pihak mana pun yang berkonflik dan secara ketat mengontrol ekspor barang-barang dengan fungsi ganda," ungkap Guo Jiakun.
Sebagian besar negara, termasuk anggota Uni Eropa dan AS, kata Guo Jiakun, malah terus berdagang dengan Rusia.
"UE tidak dalam posisi untuk menyalahkan pertukaran dan kerja sama normal antara perusahaan Tiongkok dan Rusia. Kami mendesak UE untuk berhenti mengarahkan masalah ini kepada Tiongkok dan merugikan kepentingan Tiongkok," tegas Guo Jiakun.
Tindakan UE tersebut, kata Guo Jiakun, juga tidak kondusif bagi perkembangan hubungan Tiongkok-Uni Eropa yang sehat dan stabil karena Tiongkok akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya yang sah.
Sedangkan mengenai tindakan Trump yang menjatuhkan sanksi terhadap dua perusahaan besar Rusia yaitu Open Joint Stock Company Rosneft Oil Company (Rosneft) dan Lukoil OAO (Lukoil), Guo Jiakun menegaskan Tiongkok menentang keputusan tersebut.
"Tiongkok menentang sanksi sepihak yang tidak berdasar pada hukum internasional atau otorisasi Dewan Keamanan PBB," kata Guo Jiakun.
AS menjatuhkan sanksi kepada Rosneft dan Lukoil beserta anak-anak perusahaannya. Rosneft adalah perusahaan energi terintegrasi yang melakukan eksplorasi, ekstraksi, produksi, pemurnian, transportasi, dan penjualan minyak bumi, gas alam, dan produk minyak bumi.
Sementara Lukoil terlibat dalam eksplorasi, produksi, pemurnian, pemasaran, dan distribusi minyak dan gas di Rusia dan negara-negara lain.
Presiden Trump rencananya akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping dalam Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada 31 Oktober-1 November 2025 di Korea Selatan.
"Di Korea Selatan, saya akan bertemu dengan Presiden Xi dari Tiongkok. Kita bisa menyelesaikan banyak pertanyaan, keraguan dan aset luar biasa yang kita miliki bersama," kata dia.
Trump menggambarkan hubungannya dengan Xi sebagai sangat baik. Ia mengatakan pertemuan mereka akan berlangsung cukup lama.
Dalam pernyataan yang sama, Trump membatalkan rencana pertemuan tingkat tinggi dengan Putin karena merasa pertemuan tersebut tidak tepat baginya.
"Kami membatalkan pertemuan dengan Presiden Putin, rasanya tidak tepat bagi saya. Rasanya seperti kami tidak akan sampai pada titik yang harus kami dicapai. Jadi saya membatalkannya, tetapi kami akan melakukannya di masa depan," tambahnya.
Trump juga menyampaikan kekesalannya atas kurangnya kemajuan dalam negosiasi. "Jika bicara jujur, satu-satunya yang bisa saya katakan adalah setiap kali saya berbicara dengan Vladimir, saya punya percakapan yang baik, tapi setelah itu tidak ada kemajuan. Benar-benar tidak membuahkan hasil," ucapnya. (Ant/I-2)
Presiden Tiongkok Xi Jinping memperingatkan runtuhnya tatanan internasional. Simak dampak geopolitik terhadap portofolio investasi dan aset alternatif.
Donald Trump menyatakan telah membuka Selat Hormuz secara permanen dan mengklaim ada kesepakatan dengan China terkait Iran. Situasi geopolitik masih memanas.
PM Spanyol Pedro Sanchez meminta Tiongkok gunakan pengaruhnya untuk hentikan konflik di Iran dan Ukraina di tengah ancaman blokade Selat Hormuz oleh Trump.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez kunjungi Tiongkok untuk perkuat dagang di tengah ketegangan dengan AS. Spanyol dipandang sebagai gerbang strategis ke pasar global.
Sebelum bertemu Xi Jinping di Beijing, Cheng juga mengunjungi Shanghai pada 8-9 April 2026 untuk menyaksikan perkembangan teknologi dan industri di kota tersebut.
Presiden AS Donald Trump resmi umumkan jadwal kunjungan ke Tiongkok untuk bertemu Xi Jinping. Kunjungan pertama dalam 10 tahun ini sempat tertunda akibat krisis Selat Hormuz.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Upaya damai Iran-AS di ambang kegagalan setelah Trump membatalkan utusan ke Pakistan. Menlu Iran Abbas Araghchi kini menuju Rusia untuk bertemu Putin.
Putin dan Pezeshkian telah berbicara via telepon sebanyak tiga kali sejak 28 Februari.
Presiden Putin mengundang Presiden Prabowo Subianto menghadiri KazanForum dan INNOPROM 2026 untuk memperkuat hubungan ekonomi dan geopolitik RI-Rusia.
Presiden Vladimir Putin secara langsung mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk kembali berkunjung ke Rusia dalam rangka menghadiri sejumlah agenda penting.
Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin tak hanya membahas kerja sama ekonomi, tetapi juga mengarah pada kesepahaman geopolitik global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved