Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana kunjungan kenegaraan ke Tiongkok pada 14-15 Mei 2026. Pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Xi Jinping ini akan menjadi kunjungan pertama Presiden AS ke Negeri Tirai Bambu dalam hampir satu dekade terakhir.
Rencana perjalanan ini sebelumnya sempat tertunda dari jadwal awal pada 31 Maret akibat eskalasi konflik militer antara AS-Israel dengan Iran. Melalui unggahan di platform Truth Social pada Rabu (25/3/2026), Trump menyatakan bahwa para pejabat sedang mematangkan persiapan untuk "Kunjungan Bersejarah" tersebut. Selain kunjungannya ke Beijing, Trump juga dijadwalkan menjamu Xi Jinping di Washington DC akhir tahun ini.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi penundaan dilakukan karena prioritas AS saat ini terfokus pada operasi tempur di Timur Tengah. Ketegangan memuncak bulan lalu setelah serangan AS dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, yang memicu serangan balasan dari Teheran ke wilayah Teluk.
Konflik tersebut berujung pada penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, jalur air vital bagi pasokan minyak dan gas alam dunia. Dampaknya, krisis bahan bakar global tak terhindarkan. Trump sendiri telah mendesak sekutu AS untuk membantu membuka blokir selat tersebut dan mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran jika akses jalur air tidak segera dibuka.
Terkait durasi perang, Leavitt memberikan estimasi optimis bahwa konflik mungkin akan mereda saat kunjungan ke Tiongkok berlangsung.
"Kami selalu memperkirakan (operasi) sekitar empat hingga enam minggu, jadi Anda bisa menghitungnya sendiri," ujar Leavitt dalam pengarahan pers.
Kunjungan terakhir seorang Presiden AS ke Tiongkok terjadi pada November 2017, yang juga dilakukan oleh Trump pada masa jabatan pertamanya. Sejak saat itu, hubungan kedua negara terus dibayangi gesekan perdagangan, kompetisi teknologi, hingga ketegangan geopolitik.
Meski Beijing belum memberikan respons resmi terkait tanggal pasti yang disebut Trump, media pemerintah Tiongkok mulai menunjukkan nada positif. Editorial Global Times menekankan pentingnya pertukaran antar-warga dan kunjungan tingkat tinggi yang sempat vakum lama.
"Sejarah telah berulang kali menunjukkan Tiongkok dan AS sama-sama untung jika bekerja sama, dan rugi jika berkonfrontasi," tulis editorial tersebut.
Pertemuan Trump dan Xi di Beijing nanti akan diawasi ketat oleh dunia internasional sebagai sinyal apakah kedua kekuatan ekonomi terbesar dunia ini mampu meredakan ketegangan di tengah gejolak global yang sedang berlangsung. (BBC/Z-2)
Presiden AS Donald Trump meminta penundaan kunjungan ke Tiongkok hingga April mendatang. Fokus pada Operation Epic Fury menjadi prioritas utama saat ini.
Tiongkok cetak rekor surplus dagang US$1,2 triliun tahun 2025. Meski ditekan tarif Trump, diversifikasi pasar dan ekspor EV tetap memperkuat dominasi global Beijing.
Xi menggarisbawahi perlunya Beijing dan Washington menjaga momentum perkembangan hubungan bilateral yang stabil untuk mencapai kemajuan yang lebih positif.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Donald Trump mengklaim fasilitas minyak Iran akan meledak dalam tiga hari karena blokade laut AS. Namun, para pakar membantah teori tersebut.
Upaya damai Iran-AS di ambang kegagalan setelah Trump membatalkan utusan ke Pakistan. Menlu Iran Abbas Araghchi kini menuju Rusia untuk bertemu Putin.
Harga bensin di AS tetap lebih rendah dibanding Eropa meski ada perang Iran. Simak faktor pajak dan produksi minyak yang mempengaruhinya.
Presiden Donald Trump menolak perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Ketegangan di Selat Hormuz memicu krisis energi global dan ancaman perang terbuka.
Saat ini, pemerintah menjalankan kebijakan yang berfokus pada pengendalian mobilitas guna menekan permintaan bahan bakar minyak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved