Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik kritis setelah Presiden Donald Trump menyatakan keengganannya untuk memperpanjang masa gencatan senjata yang akan berakhir dalam hitungan jam. Trump menegaskan bahwa AS berada dalam posisi tawar yang kuat dan siap mengambil tindakan militer jika kesepakatan tidak segera tercapai.
"Kita tidak punya banyak waktu," ujar Trump kepada CNBC pada Selasa (21/4) pagi. Ia memperingatkan bahwa serangan udara bisa kembali dilakukan jika perundingan mengalami kebuntuan. "Saya memperkirakan akan melakukan pengeboman karena saya pikir itu adalah sikap yang lebih baik untuk memulai. Militer kami sangat bersemangat untuk bertindak," tambahnya.
Di pihak lain, Teheran menunjukkan sikap menantang. Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan militer. Ia memperingatkan bahwa Iran siap mengungkapkan kartu baru di medan perang jika kedaulatan mereka terus diusik.
Duta Besar Iran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, menyebut posisi Iran sebagai prinsip teologis yang substansial. Sementara itu, Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, menyatakan bahwa kontrol atas Selat Hormuz tidak akan bisa dieksploitasi oleh pihak yang ia sebut sebagai pemimpin delusi.
Konflik ini berpusat pada perebutan kendali di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui seperlima produksi minyak global. Angkatan Laut AS baru-baru ini menyita kapal Iran di Teluk Oman, tindakan yang disebut Iran sebagai pelanggaran gencatan senjata. Sebaliknya, AS menuduh Iran melumpuhkan perdagangan global dengan menembakkan peluru di jalur pelayaran tersebut.
Kepala Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa konflik ini telah memicu krisis energi terbesar dalam sejarah, melampaui dampak gabungan dari krisis gas Rusia-Ukraina. Ketidakstabilan harga energi mulai dirasakan konsumen dunia, mulai dari lonjakan harga tiket pesawat hingga kenaikan harga BBM di pompa bensin.
| Pemimpin Dunia | Posisi / Tindakan |
|---|---|
| Keir Starmer (Inggris) & Emmanuel Macron (Prancis) | Membentuk misi multinasional defensif untuk melindungi kapal dagang dan pembersihan ranjau. |
| Xi Jinping (Tiongkok) | Menyerukan gencatan senjata segera dan komprehensif untuk mengamankan jalur perdagangan. |
| Kemenlu Pakistan | Mendesak perpanjangan gencatan senjata selama dua minggu untuk memberi ruang bagi diplomasi. |
Dengan berakhirnya masa gencatan senjata yang rapuh ini, dunia kini menanti apakah diplomasi menit-menit terakhir di Islamabad dapat mencegah pecahnya perang terbuka yang lebih luas di Timur Tengah. (Time/I-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved