Trump Klaim Buka Selat Hormuz Permanen, Sebut Tiongkok Senang

Ferdian Ananda Majni
16/4/2026 10:41
Trump Klaim Buka Selat Hormuz Permanen, Sebut Tiongkok Senang
Donald Trump menyatakan telah membuka Selat Hormuz secara permanen dan mengklaim ada kesepakatan dengan China terkait Iran.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan telah membuka Selat Hormuz secara permanen. Ini sebuah langkah yang menurutnya dilakukan demi kepentingan global, termasuk Tiongkok.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Rabu (15/4), setelah sebelumnya AS memberlakukan blokade terhadap jalur pelayaran strategis tersebut. Trump mengeklaim kebijakan terbarunya mendapat respons positif dari Beijing.

"Tiongkok sangat senang bahwa saya membuka Selat Hormuz secara permanen," tulis Trump dikutip CNBC, Kamis (16/4).

"Saya melakukan ini untuk mereka juga dan untuk Dunia," tambahnya.

Selain itu, Trump juga menyebut adanya kesepakatan tidak resmi dengan pemerintah Tiongkok terkait Iran. Ia mengatakan Beijing telah setuju untuk tidak mengirim senjata ke Iran. 

"Presiden Tiongkok Xi Jinping akan memberi saya pelukan hangat ketika saya sampai di sana dalam beberapa minggu," ucap Trump.

Langkah ini terjadi setelah ketegangan meningkat di kawasan Teluk. Sebelumnya, Minggu (12/4), Trump mengumumkan blokade terhadap Selat Hormuz menyusul gagalnya perundingan damai dengan Iran yang dimediasi oleh Pakistan.

Pada Selasa (14/4), Komando Pusat AS melaporkan kapal perang Amerika telah secara efektif menghentikan seluruh perdagangan maritim Iran melalui jalur tersebut, yang merupakan salah satu rute energi paling vital di dunia.

Namun, hingga saat ini pemerintah Tiongkok belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim terbaru Trump mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz maupun dugaan kesepakatan terkait pengiriman senjata. 

Sebelumnya, Beijing secara tegas membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya, pihak Tiongkok menyebut tudingan AS sebagai tindakan berbahaya dan tidak bertanggung jawab, termasuk terkait kebijakan blokade terhadap kapal-kapal Iran.

Di sisi lain, Iran sebelumnya telah menutup Selat Hormuz bagi kapal musuh sebagai respons atas kampanye militer gabungan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari. 

Sejak saat itu, Teheran menegaskan tuntutannya atas pengakuan kedaulatannya terhadap jalur perairan tersebut, termasuk hak untuk memberlakukan bea masuk. (Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya