Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan memilih pulang lebih awal dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang digelar di Kanada pada Senin waktu setempat. Keputusan itu diambil hanya beberapa jam setelah Trump menolak menandatangani pernyataan bersama yang dirancang para pemimpin G7 terkait deeskalasi perang antara Israel dan Iran.
Menurut laporan CNN, sumber dari dalam pertemuan menyebutkan sejak awal Trump memang sudah memberi sinyal tidak akan menyetujui pernyataan bersama tersebut. Padahal, para pejabat yang menyusun naskah pernyataan masih berharap Trump akan berubah pikiran untuk ikut mencantumkan tanda tangannya.
Gedung Putih menjelaskan Trump pulang karena perkembangan situasi yang cepat di Timur Tengah. Kepada wartawan di sela-sela pertemuan, Trump menyebut alasannya untuk pergi lantaran ada perkembangan yang penting.
“Saya harus segera kembali. Alasannya sudah jelas,” ucapnya tanpa memberi rincian lebih lanjut.
Trump sebelumnya dijadwalkan tetap berada di Kanada hingga Selasa malam. Namun, dia menyatakan sedang mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan untuk merespons eskalasi konflik antara Israel dan Iran.
“Saya pikir Iran pada dasarnya sudah berada di meja perundingan, mereka ingin membuat kesepakatan. Dan segera setelah saya tinggalkan tempat ini, kami akan melakukan sesuatu,” ujar Trump setelah mengadakan pertemuan dengan para pemimpin G7.
Pernyataan tersebut tampaknya merupakan bentuk tekanan kepada Teheran agar segera bersedia berunding. Trump dikabarkan telah memerintahkan timnya untuk membuka komunikasi dengan pejabat-pejabat Iran atau melalui perantara.
Sejak Israel meluncurkan gelombang serangan misil pertama minggu lalu, Trump secara terbuka menegaskan Iran harus ke meja perundingan guna membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat. Meski enggan berbicara secara terbuka tentang langkah militer, Trump dilaporkan terus mendorong agar jalur komunikasi tetap terbuka.
Trump kembali menunjukkan pendekatan unilateralnya dalam kebijakan luar negeri yang berbeda arah dari mayoritas negara sekutu dengan mengutamakan tekanan multilateral.
Dalam percakapannya dengan para pemimpin Eropa di sela-sela KTT, Trump menyampaikan upaya gencatan senjata antara Israel dan Iran sedang diupayakan dan menyiratkan dirinya ingin pejabat AS segera bertemu dengan pihak Iran dalam waktu dekat. (I-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved