Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KABINET keamanan Israel menyetujui perjanjian gencatan senjata parmanen dengan Hizbullah di Libanon. Kesepakatan itu diperkirakan mulai berlaku secara resmi pada Rabu, (27/11).
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan siap menerapkan perjanjian gencatan senjata dengan Libanon dan akan menanggapi dengan tegas setiap pelanggaran yang dilakukan Hizbullah.
Dalam pidatonya di televisi, Netanyahu mengatakan akan menerapkan perjanjian gencatan senjata ke seluruh kabinetnya pada malam nanti setelah kabinet keamanan yang lebih terbatas menyetujui perjanjian tersebut.
"Kami akan menegakkan perjanjian dan menanggapi dengan tegas setiap pelanggaran. Bersama-sama, kita akan melanjutkannya hingga kemenangan," katanya dilansir saluran lokal Israel Channel 12.
Dia menambahkan bahwa ada tiga alasan untuk melakukan gencatan senjata, yaitu agar fokus pada Iran, mengisi kembali persediaan senjata yang habis dan memberikan istirahat kepada tantara, serta mengisolasi kelompok perlawanan Hamas.
Sementara itu, Perdana Menteri Libanon Najib Mikati menuntut agar komunitas internasional bertindak cepat untuk menghentikan agresi Israel dan segera menerapkan gencatan senjata.
Mikati mengatakan gelombang serangan udara Israel yang intens di Beirut pada Selasa (26/11) menegaskan kembali bahwa musuh Israel tidak memedulikan hukum atau pertimbangan apa pun.
"Komunitas internasional diminta untuk bertindak cepat menghentikan agresi ini dan segera menerapkan gencatan senjata," katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan sebelum serangan Israel menghantam distrik komersial pusat Hamra. (TRT World/Z-2)
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Ketegangan di Libanon Selatan meningkat setelah prajurit UNIFIL asal Prancis kembali gugur. Macron tuding Hizbullah, sementara Presiden Aoun sampaikan duka mendalam.
Ia menegaskan bahwa prioritas Hizbullah bukan sekadar kembali ke situasi sebelumnya, tetapi memastikan penarikan pasukan Israel serta kembalinya warga Libanon ke desa-desa mereka.
Kabinet Netanyahu bergejolak setelah pengumuman gencatan senjata 10 hari di Libanon oleh Donald Trump tanpa melalui proses pemungutan suara resmi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved