Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan Libanon mengatakan setidaknya enam orang telah tewas dan tujuh lainnya terluka dalam serangan Israel terhadap sebuah pusat medis di pinggiran tengah Bahoura, Beirut Libanon.
Dilansir Guardian, Kamis (3/10), kasus ini merupakan kejahatan perang jika menargetkan petugas kesehatan. Pusat medis tersebut milik Organisasi Kesehatan Islam yang terkait dengan Hizbullah.
Ini adalah kedua kalinya Beirut tengah menjadi sasaran sejak Israel memulai kampanye pengebomannya beberapa minggu lalu. Daerah ini adalah rumah bagi parlemen Libanon dan markas besar regional PBB.
Baca juga : Serangan Darat Israel ke Libanon, PBB Ingatkan Resolusi Dewan Keamanan 1701
Distrik Dahiyeh di bagian selatan, tempat pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dibunuh pekan lalu, juga telah berulang kali menjadi sasaran.
Pasuka IDF telah mengeluarkan peringatan kepada orang-orang di beberapa lingkungan, namun dalam beberapa kasus, peringatan ini dilaporkan tidak tepat waktu bagi orang-orang untuk mengungsi.
Serangan udara Israel telah menewaskan paramedis di Libanon selama dua minggu terakhir, termasuk serangan udara yang menewaskan 14 petugas kesehatan darurat selama akhir pekan.
Baca juga : Para Ahli PBB Kecam Israel Benarkan Serangan ke Warga Sipil Libanon
Pada Senin (30/9) enam paramedis lainnya terbunuh di Bekaa barat, semuanya adalah anggota Organisasi Kesehatan Islam.
Israel juga dituduh menargetkan petugas kesehatan di Gaza, termasuk dengan membunuh mereka dalam serangan udara terhadap rumah sakit dan ambulans serta menangkap serta menyiksa mereka.
Namun Israel membantah menargetkan petugas medis dan mengklaim Hamas menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia. (Fer/I-2)
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
Ketegangan di Libanon Selatan meningkat setelah prajurit UNIFIL asal Prancis kembali gugur. Macron tuding Hizbullah, sementara Presiden Aoun sampaikan duka mendalam.
Ia menegaskan bahwa prioritas Hizbullah bukan sekadar kembali ke situasi sebelumnya, tetapi memastikan penarikan pasukan Israel serta kembalinya warga Libanon ke desa-desa mereka.
Kabinet Netanyahu bergejolak setelah pengumuman gencatan senjata 10 hari di Libanon oleh Donald Trump tanpa melalui proses pemungutan suara resmi.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat Arab untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved