Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL memberi tahu AS bahwa saat ini mereka tengah melakukan operasi terbatas terhadap Hizbullah di Libanon. Ini menurut Departemen Luar Negeri AS pada Senin (30/9).
"Inilah yang mereka informasikan kepada kami bahwa mereka tengah melakukan operasi terbatas yang menargetkan infrastruktur Hizbullah di dekat perbatasan," kata Juru Bicara Matthew Miller kepada wartawan.
"Saya akan membiarkan Israel berbicara tentang operasi militernya sendiri," kata Miller yang menanggapi pertanyaan tentang operasi terbatas.
Baca juga : Iran: Janji Palsu Gencatan Senjata AS dan Eropa jika tidak Balas Serang
Ia menambahkan bahwa AS telah terlibat dalam pembicaraan dengan Israel.
Ketika ditanya oleh Anadolu tentang AS mendefinisikan operasi terbatas, Miller mengatakan bahwa itu adalah definisi Israel, bukan definisi AS, dan merujuk pertanyaan lebih lanjut kepada pejabat Israel.
Mengenai korban sipil dalam serangan Israel di Libanon, Miller mengatakan AS sama sekali tidak ingin melihat infrastruktur sipil menjadi sasaran, tetapi target Hizbullah ialah sah bagi tentara Israel.
Baca juga : Israel Segera Invasi Darat ke Libanon usai Serangan Udara Brutal
"Kami mendukung serangan terhadap Hizbullah," kata Miller. Namun, ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini dapat memungkinkan diplomasi dan menyebabkan salah perhitungan, sehingga menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan.
Dia mengulangi pernyataan sebelumnya dari pemerintah AS yang mendesak diplomasi terhadap konflik Israel-Hizbullah. Katanya, AS tidak akan menyerah pada diplomasi.
Miller juga menyatakan kekhawatiran Washington atas dampak kemanusiaan dari operasi Israel di Libanon. Ia memperingatkan bahwa operasi tersebut dapat mendestabilisasi kawasan tersebut.
Baca juga : Prancis dan AS Minta Gencatan Senjata Hizbullah-Israel selama 21 Hari
Sejak 23 September, Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap sesuatu yang disebutnya sebagai target Hizbullah di seluruh Libanon, menewaskan lebih dari 960 orang dan melukai lebih dari 2.770 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Libanon.
Beberapa pemimpin Hizbullah telah meninggal dunia dalam serangan tersebut, termasuk pemimpin kelompok tersebut, Hassan Nasrallah. Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam perang lintas perbatasan sejak dimulai perang Israel di Gaza, yang telah menewaskan hampir 41.600 orang yang sebagian besar dari mereka ialah perempuan dan anak-anak, menyusul serangan lintas perbatasan oleh kelompok Palestina Hamas Oktober 2023.
Masyarakat internasional telah memperingatkan bahwa serangan Israel di Libanon dapat meningkatkan konflik Gaza menjadi perang kawasan yang lebih luas. (Ant/Z-2)
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved