Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Jordania Ayman Safadi berkunjung ke Iran untuk membujuk Teheran membatalkan rencana menyerang Israel. Itu sebagai tanggapan atas pembunuhan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, pekan lalu.
Sekutu Barat yang memiliki populasi besar Palestina ini menghadapi tindakan penyeimbang yang sulit karena mereka menghadapi seruan dalam negeri untuk memutuskan hubungan dengan Tel Aviv. Jordania juga menembak jatuh rudal Iran yang ditujukan ke Israel awal tahun ini.
Dalam pertemuan dengan Safadi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pembunuhan Haniyeh adalah kesalahan besar rezim Zionis Israel yang tidak akan dibiarkan begitu saja. Dialin pihak, Amerika Serikat (AS) akan membela Israel jika terjadi serangan Iran dan telah memindahkan kapal perang dan jet tempur ke wilayah tersebut.
Baca juga : Hamas Mulai Cari Pengganti Haniyeh
“Kami melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan bahwa situasi ini tidak meluas,” kata wakil penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jon Finer kepada stasiun televisi ABC pada Minggu (4/8), dilansir dari Guardian, Senin (5/8).
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga berbicara dengan Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani dan menekankan pentingnya semua pihak mengambil langkah-langkah untuk meredakan ketegangan regional, menghindari eskalasi lebih lanjut dan memajukan stabilitas.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya berada pada tingkat kesiapan yang sangat tinggi untuk menghadapi skenario apa pun, dengan defensif dan ofensif.
Baca juga : Iran Bongkar Taktik Israel dan AS Bunuh Haniyeh
Sebelum bertemu Pezeshkian, Safadi menegaskan bahwa dia tidak membawa pesan ke atau dari Israel. Salah satu kekhawatirannya adalah ketakutan bahwa Jordania sendiri akan diserang oleh Iran jika terlihat membantu membela Israel dari serangan Iran.
“Kunjungan saya ke Iran adalah untuk berkonsultasi mengenai eskalasi serius di kawasan dan untuk terlibat dalam diskusi yang jujur dan jelas mengenai cara mengatasi perbedaan antara kedua negara dengan kejujuran dan transparansi,” kata Safadi pada konferensi pers di Teheran bersama rekannya dari Iran. .
Safadi mengutuk pembunuhan Haniyeh dan menyebutnya sebagai kejahatan keji dan langkah eskalasi yang merupakan pelanggaran hukum internasional dan hukum humaniter dan pelanggaran terhadap kedaulatan negara.
“Kami menuntut tindakan efektif untuk menghentikan agresi Israel di Gaza, menghentikan tindakan ilegal Israel, dan mencegah kejahatan terhadap rakyat Palestina, guna melindungi seluruh wilayah dari konsekuensi perang regional yang akan berdampak buruk pada Palestina. semuanya,” katanya. (I-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved