Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Irlandia Leo Varadkar mengatakan tanggapan Israel terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober lebih mirip seperti perbuatan balas dendam. Demikian komentarnya kepada media Irlandia pada Jumat (3/11).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam perjalanan ke Korea Selatan ketika pasukan Israel meningkatkan serangan mereka ke Gaza sebagai tanggapan terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober.
"Saya sangat yakin, seperti negara mana pun, Israel punya hak membela diri, berhak mengejar Hamas, sehingga mereka tidak dapat melakukan hal ini lagi," kata Varadkar kepada wartawan di Seoul.
Baca juga: Tidak hanya Gaza Kini Situasi Tepi Barat Mengkhawatirkan
"Namun yang saya lihat terjadi saat ini bukan sekadar pembelaan diri. Ini lebih mirip balas dendam dan kita tidak seharusnya berada di sana dan saya pikir Israel tidak akan menjamin kebebasan dan keamanannya di masa depan."
Sikap Irlandia terhadap konflik tersebut kadang-kadang bertentangan dengan sekutu Baratnya. Varadkar ialah salah satu pemimpin Uni Eropa pertama yang meminta Israel memastikan tanggapannya terhadap serangan Hamas bersifat proporsional.
Baca juga: Bahrain Hentikan Hubungan Dagang dengan Israel, Duta Besar Kembali
Seorang warga negara ganda Irlandia-Israel termasuk di antara korban serangan pada 7 Oktober. Tanggapan Israel itu memicu kekhawatiran konflik regional yang lebih luas.
Irlandia, yang memiliki lebih dari 300 tentara yang ditempatkan di Libanon sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian PBB, ialah salah satu dari delapan negara anggota UE yang memilih resolusi Majelis Umum PBB yang menyerukan gencatan senjata di Gaza. Sebagian besar negara anggota abstain.
Varadkar mengatakan dia yakin bahwa Israel mendengarkan negara-negara yang dianggapnya sebagai teman dan sekutu, seperti AS. Namun dia menambahkan bahwa dia, "Tidak yakin mereka mendengarkan dengan cermat yang kami katakan, sejujurnya."
"Ini negara yang punya hubungan dengan kita, tetapi saya rasa hubungan kita tidak sedekat yang pernah kita alami atau mungkin bisa terjadi, karena kita mengambil posisi berbeda dari kebanyakan negara Barat mengenai Palestina dan apa yang terjadi saat ini," pungkasnya. (AFP/Z-2)
PPS melaporkan peningkatan penangkapan sistematis perempuan Palestina oleh Israel. 90 tahanan di Penjara Damon hadapi kondisi keras dan pelecehan.
Serangan drone Israel di Beit Lahia, Gaza Utara, menewaskan lima warga sipil termasuk tiga anak-anak di dekat Masjid Al-Qassam. Simak selengkapnya.
Fenomena pembongkaran mandiri di Jerusalem Timur meningkat. Warga Palestina terpaksa menghancurkan rumahnya sendiri untuk menghindari denda puluhan ribu dolar.
Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) melaporkan lebih dari 23.000 warga Palestina ditangkap pasukan Israel sejak Oktober 2023, termasuk perempuan dan anak-anak.
Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese mengungkap praktik penyiksaan, pelecehan seksual, dan degradasi moral terhadap tahanan Palestina di penjara Israel.
Laporan Al Akhbar mengungkap pengalihan dana rekonstruksi Gaza sebesar US$17 miliar ke Israel di tengah ketegangan AS-Iran. Simak detail manuver politiknya.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved