Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat harus mengendalikan Israel untuk mencegah dampak perang regional dengan Hamas. Ini dikatakan diplomat utama Iran pada Jumat (13/10) di Beirut. Ia menambahkan bahwa Teheran berupaya menjaga keamanan Libanon.
Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian berbicara ketika Hamas dan Israel saling baku tembak untuk hari ketujuh, setelah ratusan orang bersenjata Hamas menyerbu melintasi perbatasan dari Gaza ke Israel pada Sabtu dan menewaskan 1.200 orang. Israel membalas dengan menghujani serangan udara dan artileri terhadap sasaran Hamas di Jalur Gaza menyebabkan lebih dari 1.530 orang tewas.
"Amerika ingin memberi Israel kesempatan untuk menghancurkan Gaza dan ini kesalahan besar," kata Amir-Abdollahian. "Jika Amerika ingin mencegah berkembangnya perang di wilayah tersebut, mereka harus mengendalikan Israel."
Baca juga: Menlu AS Tur Negara Arab Demi Dapatkan Dukungan Tekan Hamas
Meskipun Teheran telah lama menjadi pendukung kelompok Islam Palestina Hamas, para pejabat Iran berkukuh bahwa republik Islam tersebut tidak terlibat dalam serangan kelompok militan tersebut terhadap Israel pada akhir pekan.
Untuk mencegah meluasnya pertempuran ke Libanon menyusul ketegangan perbatasan dalam beberapa hari terakhir, Amir-Abdollahian tiba di Beirut pada Kamis malam setelah singgah di Bagdad. "Keamanan dan perdamaian Libanon penting bagi kami," kata Amir-Abdollahian setelah bertemu dengan Perdana Menteri Libanon Najib Mikati.
Baca juga: Gedung Putih Batalkan Klaim Biden Lihat Foto Anak Dipenggal Hamas
"Salah satu tujuan perjalanan kami yaitu menekankan keamanan Libanon," tambahnya. Namun dia tidak sepenuhnya mengenyampingkan kemungkinan eskalasi.
Dalam konferensi pers dengan rekannya dari Libanon pada Jumat, ia mengatakan, "Jika kejahatan perang sistemik rezim Zionis tidak segera dihentikan, kemungkinan apa pun bisa terjadi." Teheran, tambahnya, berupaya menjadi tuan rumah pertemuan darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang beranggotakan 57 negara.
Terkait hal tersebut, koordinasi awal telah dilakukan dengan Sekjen OKI. Juga pada Jumat, Amir-Abdollahian bertemu dengan pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah untuk membahas kejadian potensial dan posisi yang harus diambil sehubungan dengan perkembangan terkini, menurut pernyataan Hizbullah.
Israel telah saling baku tembak dengan Hizbullah dan faksi-faksi Palestina yang bersekutu di Libanon dalam beberapa hari terakhir, meskipun serangan balasan masih terbatas. (AFP/Z-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved