Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS karacunan yang menyerang anak-anak di Iran belum berakhir. Setidaknya dari data terbaru, ada 5.000 anak keracunan yang penyebabnya belum juga diketahui.
Anggota parlemen Iran yang menyelidiki kasus ini, Mohammad-Hassan Asafari, mengatakan sebagian besar korban adalah perempuan.
Kasus keracunan di Iran seperti diketahui sudah terjadi sejak akhir November tahun lalu. Peristiwa tersebut memicu gelombang kemarahan dan tuntutan tindakan dari pihak berwenang serta menyedot perhatian dunia internasional. Amerika Serikat (AS) menyerukan agar penyelidikan dilakukan secara independen.
Baca juga: Satu Korban Keracunan Makanan Di Lembang Meninggal
Terlebih karena kasus pertama dilaporkan segera setelah dimulainya protes kematian Mahsa Amini yang dituduh melanggar aturan hijab di Iran.
Setelahnya, puluhan murid di berbagai sekolah telah terkena serangan racun, dengan gejala murid yang menderita mulai dari sesak napas hingga mual dan vertigo setelah melaporkan bau tidak menyenangkan di lingkungan tempat belajar mereka.
Baca juga: Racun Misterius Serang Pelajar Perempuan di 30 Sekolah di Iran
"Sebanyak 25 provinsi dan sekitar 230 sekolah telah terkena dampaknya, dan lebih dari 5.000 anak perempuan dan laki-laki diracuni," kata Mohammad-Hassan.
Menurut dia berbagai tes sedang dilakukan untuk mengidentifikasi jenis dan penyebab keracunan. Sejauh ini, belum ada informasi spesifik mengenai jenis racun yang digunakan.
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memberi perintah agar pelakunya dilacak tanpa ampun dan dia menyebut peracunan sebagai kejahatan yang tak termaafkan.
Presiden Iran Ebrahim Raisi telah menugaskan Kementerian Dalam Negeri untuk memberikan pembaruan terus-menerus tentang penyelidikan tersebut.
(AFP/Z-6)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Pelajar SMA/SMK Indonesia menyulap ampas kopi dan cangkang telur jadi produk bisnis berkelanjutan melalui Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program.
Baznas melalui Rumah Sehat Baznas (RSB) Pesawaran memberikan layanan kesehatan gratis, sekaligus edukasi bahaya merokok bagi para pelajar di SMP Negeri 27 Pesawaran, Lampung.
Peran pendidikan menjadi krusial dalam membekali pelajar dengan perspektif global serta kemampuan kolaborasi lintas budaya.
KOMPETENSI digital merupakan salah satu yang krusial untuk terus ditingkatkan di kalangan pelajar. Hal tersebut harus dilakukan lewat berbagai pelatihan dan edukasi.
Melalui program itu, pelajar tidak hanya diajak berkunjung, tetapi juga dikenalkan langsung pada proses kenegaraan.
Sejumlah pelajar SD Kanisius Kenalan mengikuti prosesi jalan salib di kawasan Pegunungan Menoreh, Desa Kenalan, Borobudur, Magelang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved