Istana Jadi Ruang Mimpi Pelajar

M Ilham Ramadhan Avisena
07/4/2026 16:38
Istana Jadi Ruang Mimpi Pelajar
Para pelajar di Istana.(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.)

PRESIDEN Prabowo Subianto membuka akses Istana Kepresidenan bagi pelajar lewat program Istana untuk Siswa Sekolah, Selasa (7/4). Kebijakan ini diposisikan sebagai bagian dari investasi jangka panjang pemerintah dalam membentuk kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan langkah tersebut melengkapi berbagai program prioritas pendidikan yang telah berjalan, mulai dari pemenuhan gizi hingga peningkatan kesejahteraan guru.

"Salah satu program terbesar Bapak Presiden adalah investasi membangun dan membentuk generasi muda. Ada makan bergizi, ada renovasi sekolah, toilet, kita pasang TV digital pembelajaran. Kemudian ada sekolah rakyat, sekolah integrasi, sekolah Garuda, ada insentif dan kesejahteraan untuk guru dan lain sebagainya. Hari ini kita buka istana untuk anak-anak sekolah untuk generasi penerus bangsa," ujarnya.

Melalui program itu, pelajar tidak hanya diajak berkunjung, tetapi juga dikenalkan langsung pada proses kenegaraan. Mereka berkeliling ruang-ruang strategis serta mengikuti diskusi untuk memahami bagaimana keputusan negara diambil.

"Kita ajak mereka untuk melihat istana, kita ajak mereka untuk melihat tempat-tempat di mana keputusan besar bangsa ini pernah diambil. Untuk apa? Untuk memberi mereka keinginan untuk bercita-cita setinggi mungkin untuk bangsa ini," ungkapnya.

Pemerintah berencana memperluas program ini ke seluruh kompleks Istana Kepresidenan di berbagai daerah agar menjangkau lebih banyak pelajar, termasuk dari luar Pulau Jawa.

"Kita punya delapan, nanti masing-masing istana kita buka untuk anak sekolah juga. Untuk yang di luar Jakarta ataupun juga di luar Pulau Jawa Nanti akan difasilitasi untuk ke sininya," jelas Teddy.

Ia menambahkan, mekanisme seleksi tidak diberlakukan agar akses tetap terbuka. "Untuk seleksinya tidak ada. Jadi silahkan daftar ke tadi yang saya bilang kemudian nanti akan diatur oleh penitianya," ujarnya.

Disambut Antusias

Kesempatan itu langsung disambut antusias para pelajar yang berkesempatan datang lebih awal. Bagi banyak siswa, kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertama melihat Istana dari dalam.

"Aku senang banget, aku bisa tahu dalamnya Istana itu kayak gimana, terus fungsi-fungsi dari setiap ruangan itu berbeda-beda banget, dan aku bisa mengenal lebih dalam tentang lingkungan yang ada di dalam sini," ujar Kayla Annisa Maulida Siswa SMKN 19 Jakarta.

Pengalaman serupa dirasakan Ine Ratriana Pertiwi yang terkesan dengan suasana dan interaksi di lingkungan Istana. "Kalau bagi aku pas kunjungan pertama ke sini seru banget, terus memuaskan, terus pegawai-pegawai di sininya tuh asyik-asyik banget, baik-baik banget. Terus di sini tuh banyak banget sejarah-sejarah dari Indonesia sebelum merdeka sampai sekarang ini," tuturnya.

Para siswa juga mengaku memperoleh wawasan baru tentang sejarah dan aktivitas kenegaraan yang sebelumnya hanya mereka ketahui dari buku atau media. "Banyak dokumenternya juga. Pokoknya keren banget," tambah Ine.

Sementara itu, Wahyu Khoirul Setiawan menyebut kunjungan tersebut membuka pemahamannya tentang fungsi ruang-ruang di Istana. "Perasaan saya sangat senang, soalnya saya pertama kali ke Istana Presiden," ujarnya.

Pembelajaran Nyata

Dari sisi pendidikan, kunjungan itu dinilai memberi pengalaman belajar yang tidak tergantikan. Guru SMKN 19 Jakarta, Christine Rambing, menilai kegiatan tersebut menghadirkan pemahaman konkret tentang birokrasi dan pemerintahan.

"Anak-anak kami mendapatkan edukasi terkait dengan birokrasi di dalam pemerintahan, terutama di dalam Sekretariat Negara ini. Teman-teman kami juga, guru juga, senang sekali. Anak-anak kami juga merasa senang sekali kami dikasih yang perdana untuk kegiatan ini," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan yang awalnya diperkirakan hanya diskusi berkembang menjadi pengalaman eksplorasi langsung. "Kami mengikuti dan di luar prediksi juga kita diajak room tour untuk melihat keadaan lingkungan di Istana Negara yang tadinya kami memang belum pernah masuk ke dalamnya, akhirnya kami sampai ke dalam juga, ruangan demi ruangan dan kita mendapatkan edukasi," tuturnya.

Ia menilai interaksi langsung ini membuat siswa lebih memahami bagaimana kebijakan publik dijalankan, sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi.

Christine juga mengungkapkan, partisipasi sekolah tidak terjadi secara kebetulan, melainkan melalui upaya aktif mencari informasi dan mendaftar. "Kebetulan kan memang ada kegiatan dari program-program yang pegawai yang masuk ke sekolah ya. Nah itu kan kita ada informasi dari situ. Akhirnya kita coba follow up apakah setiap ada kegiatan yang dilaksanakan oleh Sekretariat Kabinet bisa kita ikut sertakan," jelasnya. (Mir/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya