Ultimatum Pejabat dan Ilmuwan tak Patriotik, Prabowo: Keluar dari Barisan!

Putri Rosmalia Octaviyani
29/4/2026 18:03
Ultimatum Pejabat dan Ilmuwan tak Patriotik, Prabowo: Keluar dari Barisan!
Presiden Prabowo Subianto.(Dok. Youtube Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan peringatan tegas kepada jajaran pejabat negara serta kaum intelektual yang dinilai tidak memiliki jiwa patriotisme. Dalam pernyataan yang lugas, Presiden meminta mereka yang tidak sejalan dengan visi membela rakyat untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Ultimatum tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Melalui siaran YouTube Sekretariat Kabinet, Presiden menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi individu yang lebih mengutamakan kepentingan asing atau pribadi di atas kepentingan nasional.

Pilih Bela Rakyat atau Mengabdi ke Pihak Lain

Presiden Prabowo menekankan bahwa kecerdasan intelektual tanpa rasa cinta tanah air tidak memiliki nilai di dalam pemerintahannya. Ia meminta para pembantunya untuk menentukan pilihan secara tegas.

"Pilih, bela rakyatmu atau pilih mengabdi ke yang lain. Saya tidak akan toleransi mereka-mereka yang tidak patriotik. Sepintar apa pun kau, kalau kau tidak bela bangsamu sendiri, tidak ada tempat di sekitar saya, carilah orang lain," tegas Presiden Prabowo.

Ia mengingatkan para ilmuwan dan teknokrat agar menggunakan kepandaian mereka untuk menyejahterakan rakyat Indonesia, bukan justru menjadi alat bagi kepentingan bangsa lain yang merugikan kedaulatan ekonomi nasional.

"Jangan kepandaian itu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain. Kita tidak benci bangsa lain, kita tidak mau rakyat kita miskin terus karena uang kita diambil ke luar negeri. Kalau saudara mau, silakan. Jangan ikut pemerintah yang saya pimpin," kata Prabowo.

Visi "Profesor Merah Putih"

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memperkenalkan istilah "Profesor Merah Putih". Ia menuntut para intelektual untuk berdiri tegak membela kepentingan nasional dan tidak menyalahgunakan keahlian mereka untuk melegitimasi praktik korupsi atau perampokan uang negara.

Presiden juga menyoroti pihak-pihak yang skeptis terhadap kondisi nasional dan berniat meninggalkan Indonesia. Ia menegaskan bahwa Indonesia saat ini merupakan salah satu negara paling aman di dunia, sehingga tidak ada alasan bagi para "orang pintar" untuk bersikap pesimistis.

"Ada yang mau kabur. Kabur aja. Kau kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan. Mau kabur ke mana? Hei orang-orang pintar bukalah berita, lihatlah, kita ditempatkan sebagai negara yang paling aman di dunia, sekarang," lanjutnya.

Ia mengatakan, langkah tegas ini diambil guna memastikan kabinet dan jajaran birokrasi tetap solid dalam menjalankan program-program strategis, termasuk hilirisasi industri yang tengah digenjot di berbagai wilayah. Presiden menginginkan tim yang bersih dari kegaduhan visi agar fokus kerja untuk rakyat tidak terganggu.

Menurut Presiden, individu yang tidak memiliki visi yang sejalan dengan semangat patriotisme dipersilakan untuk tidak bergabung sejak awal. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas dan efektivitas pemerintahan dalam mencapai target-target pembangunan nasional dalam Mata Uang Rupiah yang kuat dan ekonomi yang mandiri. (Ant/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya