Dari Ampas Kopi hingga Cangkang Telur, Ekonomi Sirkular Tumbuh dari Bangku SMA

Basuki Eka Purnama
27/4/2026 19:22
Dari Ampas Kopi hingga Cangkang Telur, Ekonomi Sirkular Tumbuh dari Bangku SMA
Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program(MI/HO)

AMPAS kopi, limbah kayu, hingga cangkang telur yang biasanya berakhir di tempat pembuangan kini bertransformasi menjadi komoditas bernilai ekonomi di tangan para pelajar. Konsep ekonomi sirkular bukan lagi sekadar teori di ruang kelas, melainkan telah diwujudkan menjadi produk nyata yang kompetitif oleh siswa SMA dan SMK di Indonesia.

Fenomena ini mengemuka dalam rangkaian Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP) tahun ajaran 2025/2026. Program hasil kolaborasi antara Prestasi Junior Indonesia (PJI) dan Starbucks Indonesia, dengan dukungan The Starbucks Foundation ini, bertujuan mencetak generasi muda yang memandang kewirausahaan sebagai karier masa depan yang berdampak sosial dan lingkungan.

Inovasi Produk Berbasis Keberlanjutan

Melalui inisiatif Student Company, para siswa ditantang untuk mengelola usaha mikro secara profesional. Kreativitas mereka tahun ini sangat menonjol pada aspek keberlanjutan, di mana limbah diolah kembali (upcycling) menjadi produk fungsional.

Nama Produk Bahan Baku / Keunggulan
Aftersip Alas gelas biodegradable dari ampas kopi.
Mug Lokalita Cangkir yang memanfaatkan 30 gram ampas kopi.
Re-Shell Dekorasi tahan panas dari limbah cangkang telur (tampilan terrazzo).
Plantable Pencil Pensil dengan kapsul benih tanaman yang bisa ditanam.
Arvena Shell Gantungan kunci dari tutup botol plastik daur ulang.
Ruppy Kotak penyimpanan dari limbah kayu daur ulang.

Dampak Luas dan Pendampingan Intensif

Sejak diluncurkan pada 2019, SCYEP telah menjangkau lebih dari 6.000 siswa. Pada periode 2025/2026, program ini melibatkan lebih dari 1.000 siswa dari 15 sekolah di berbagai kota, mulai dari Medan hingga Jayapura. Sebanyak 200 karyawan Starbucks (partners) turut terjun langsung sebagai mentor bisnis.

Avolina Raharjanti, Senior General Manager Corporate Public Relation PT Sari Coffee Indonesia, menjelaskan bahwa keterlibatan ini merupakan bagian dari Global Month of Good (GMoG) yang diperingati setiap April.

"Kami mendorong kewirausahaan agar menjadi pilihan karier yang menjanjikan bagi generasi muda melalui pendampingan langsung," ungkapnya.

Direktur Eksekutif PJI, Utami Anita Herawati, menambahkan bahwa pendekatan tahun ini lebih komprehensif. Siswa tidak hanya belajar teori melalui JA Be Entrepreneurial, tetapi juga praktik langsung menjalankan perusahaan melalui JA Company Program.

Puncak Kompetisi dan Apresiasi Pemerintah

Sebagai puncak program, Regional Student Company Competition digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Jumat (24/4/2026). Berdasarkan penilaian ide produk, strategi pemasaran, dan potensi bisnis, dua sekolah berhasil meraih predikat terbaik.

Pemenang The Best Student Company 2025/2026:
  • SMA Kolese Loyola Semarang
  • Mentari International School Grand Surya Jakarta

Keduanya akan mewakili Indonesia di kompetisi Company of the Year tingkat regional pada pertengahan 2026.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Leontinus Alpha Edison, mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, program ini sejalan dengan pilar pemberdayaan nasional untuk menciptakan generasi yang berdaya secara finansial dan global namun tetap peduli lingkungan.

Komitmen Sosial Berkelanjutan

Selain pendidikan kewirausahaan, Starbucks Indonesia juga memperkuat dampak sosial melalui berbagai program lain selama GMoG 2026:

  • Akses Air Bersih: Pembangunan 17 AquaTower dan fasilitas sanitasi (WASH) di berbagai wilayah Indonesia.
  • Literasi: Donasi lebih dari 10.000 buku untuk anak-anak terdampak banjir di Aceh dan Sumatra Utara melalui program Books for the Future.
  • Lingkungan: Inisiatif Greener Nusantara yang konsisten menggunakan material ramah lingkungan seperti rPET dan sedotan kertas sejak 2018.

Melalui integrasi pendidikan dan aksi nyata, SCYEP membuktikan bahwa limbah bukan akhir dari sebuah siklus, melainkan awal dari inovasi bisnis yang adaptif dan berkelanjutan di tangan generasi Z. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya