Forum Pelajar Asia-Pasifik Digelar, Generasi Muda Didorong Cari Solusi Isu Global

Basuki Eka Purnama
21/4/2026 03:57
Forum Pelajar Asia-Pasifik Digelar, Generasi Muda Didorong Cari Solusi Isu Global
Asia-Pacific Young Leaders Convention (APYLC) 2026 yang berlangsung pada 20–24 April 2026 di BINUS SCHOOL Serpong, Tangerang. (MI/HO)

KEBUTUHAN akan generasi muda yang mampu memahami, beradaptasi, dan berkontribusi aktif dalam merespons dinamika global kian meningkat, seiring kompleksitas tantangan dunia yang mencakup isu ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dalam konteks tersebut, peran pendidikan menjadi krusial dalam membekali pelajar dengan perspektif global serta kemampuan kolaborasi lintas budaya.

Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS SCHOOL Education kembali menjadi tuan rumah Asia-Pacific Young Leaders Convention (APYLC) 2026 yang berlangsung pada 20–24 April 2026 di BINUS SCHOOL Serpong, Tangerang. 

Forum internasional ini menjadi wadah bagi pelajar sekolah menengah atas dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik untuk berkolaborasi, memperluas perspektif global, sekaligus merumuskan solusi atas berbagai isu dunia.

Memasuki penyelenggaraan ke-9, APYLC 2026 menghadirkan delegasi dari sejumlah institusi pendidikan, yakni Kaichi High School (Jepang), Nan Chiau High School (Singapura), dan Changshu Lunhua Senior High School (Tiongkok), selain peserta dari Indonesia. 

Kegiatan ini memperkuat peran forum sebagai platform kolaborasi lintas budaya bagi generasi muda dalam membangun jejaring internasional.

Mengusung tema “Root for Change: Feeding Minds, Healing Communities, Empowering Futures”, para peserta diajak membahas isu global dengan mengacu pada tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu penghapusan kelaparan, kesehatan dan kesejahteraan, serta pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Director BINUS SCHOOL Education, Sherrierose Garcia Gonzales, mengatakan tema yang diangkat mencerminkan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam menghadapi tantangan global.

“Melalui platform ini, kami ingin mendorong generasi muda untuk memahami kompleksitas lanskap global saat ini serta mengembangkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga mendorong peserta untuk berkontribusi melalui ide dan aksi nyata yang berdampak.

Kegiatan ini juga menghadirkan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, sebagai pembicara utama dalam pembukaan acara, Senin (20/4). Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan empati dalam merespons berbagai tantangan global.

“APYLC bukan sekadar forum, tetapi menjadi titik awal bagi generasi muda untuk mulai mengambil peran dalam membentuk masa depan. Tantangan global membutuhkan kolaborasi serta pemahaman yang mendalam terhadap permasalahan di masyarakat agar dapat menciptakan dampak yang bermakna,” ujarnya.

Ke depan, forum seperti APYLC dinilai menjadi salah satu sarana strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang memiliki daya saing global. Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga mendorong generasi muda untuk lebih siap menghadapi tantangan dunia sekaligus berkontribusi aktif dalam menciptakan solusi yang berdampak luas. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya