President University Kukuhkan 3 Guru Besar Baru, Perkuat Kualitas Akademik

Despian Nurhidayat
27/4/2026 09:33
President University Kukuhkan 3 Guru Besar Baru, Perkuat Kualitas Akademik
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru.(President University)

President University secara resmi mengukuhkan tiga Guru Besar baru dalam dua sesi terpisah sebagai bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat kualitas akademik dan kontribusi keilmuan di tingkat nasional maupun internasional. Pengukuhan ini menegaskan peran strategis President University dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan melalui para akademisi unggul.

Sesi pertama pengukuhan dilaksanakan pada 8 April 2026 di President Executive Club, dengan mengukuhkan Anton Wachidin Widjaja sebagai Guru Besar. Sementara itu, sesi kedua diselenggarakan pada 21 April 2026 di Auditorium Charles Himawan, President University Main Campus, dengan mengukuhkan dua Guru Besar sekaligus, yaitu Erwin Parasian Sitompul dan Jhanghiz Syahrivar.

Kontribusi Strategis bagi Ilmu Pengetahuan

Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Samsuri, menegaskan bahwa menjadi Guru Besar bukan hanya sebuah capaian personal, melainkan kontribusi strategis bagi institusi dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Ia menekankan pentingnya menjaga integritas akademik, termasuk kejujuran dalam publikasi ilmiah dengan menghindari plagiasi, fabrikasi, serta falsifikasi data. "Peran dosen tidak hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa sebagai bagian dari tanggung jawab pendidik profesional," ujar Samsuri.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Lukman, turut memberikan apresiasi. Ia mengungkapkan bahwa dari sekitar 333.000 dosen di Indonesia, hanya sekitar 12.000 atau 3 persen yang berhasil mencapai jabatan Guru Besar. Selain itu, President University merupakan satu dari 19 perguruan tinggi berstatus unggul dari total 415 institusi di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Fakta Menarik: Prof. Jhanghiz Syahrivar merupakan alumni angkatan pertama President University yang berhasil meraih gelar Guru Besar, sekaligus menjadi profesor termuda di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV.

Transformasi Digital UMKM dan Etika Pemasaran

Dalam orasinya di bidang Manajemen Stratejik, Anton Wachidin Widjaja menyoroti tantangan UMKM dalam menghadapi transformasi digital. Menurut Dekan Fakultas Bisnis ini, keberhasilan digitalisasi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada integritas bisnis.

“Praktik bisnis yang jujur, transparan, dan beretika menjadi kunci dalam membangun kepercayaan pelanggan dan mitra usaha,” tegas Prof. Anton. Ia juga mengkritisi kebijakan pemerintah yang seringkali tidak sesuai dengan realita lapangan yang dihadapi pelaku UMKM.

Sementara itu, Jhanghiz Syahrivar, Guru Besar Ilmu Manajemen Pemasaran, membawa perspektif macromarketing. Ia mengingatkan bahwa pemasaran adalah kekuatan sosial yang dapat membentuk nilai masyarakat. Ia menyerukan pentingnya etika pemasaran agar tidak hanya mengejar efektivitas bisnis, tetapi juga keadilan dan kesejahteraan sosial.

Tantangan AI dalam Pendidikan Tinggi

Dari perspektif teknologi, Erwin Parasian Sitompul memaparkan lonjakan signifikan teknologi artificial neural network dalam dua dekade terakhir. Meski AI seperti ChatGPT dan Gemini mempermudah pekerjaan, ia mengingatkan risiko berkurangnya pemahaman mendalam terhadap konsep dasar.

“AI dapat menghitung dan memprediksi, namun AI tidak bertanggung jawab atas konsekuensi etis dan tidak memahami konteks sosial. Semua itu tetap menjadi peran manusia,” jelas Prof. Erwin. Ia menekankan pentingnya penguasaan fundamental knowledge agar mahasiswa menjadi pengembang teknologi, bukan sekadar pengguna.

Visi Global President University

Pendiri President University dan CEO PT Jababeka Tbk., SD Darmono, menyatakan bahwa institusi ini dirancang untuk melahirkan lulusan yang memiliki wawasan internasional namun tetap nasionalis. Senada dengan itu, Ketua Yayasan President University, Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, berharap penambahan Guru Besar ini memperkuat riset dan inovasi kampus.

Rektor President University, Dr. Handa Abidin, menutup dengan harapan agar keilmuan para profesor baru ini memberikan dampak nyata. “Kami berharap keilmuan yang dimiliki tidak hanya berdampak bagi President University, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia, bahkan dunia,” pungkasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya