UMB Kukuhkan Dua Guru Besar Perempuan di Hari Kartini

Basuki Eka Purnama
22/4/2026 10:35
UMB Kukuhkan Dua Guru Besar Perempuan di Hari Kartini
Pengukuhan dua guru besar perempuan UMB di Hari Kartini(MI/HO)

MOMENTUM peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi catatan sejarah penting bagi Universitas Mercu Buana (UMB). Tepat pada Selasa (21/4), universitas tersebut resmi mengukuhkan dua Guru Besar perempuan dalam sebuah prosesi khidmat yang berlangsung di Auditorium Lantai 7 Gedung Tower, Kampus UMB Meruya, Jakarta Barat.

Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan simbol konkret bahwa perjuangan Raden Ajeng Kartini telah bertransformasi. Jika dahulu fokus pada akses pendidikan, kini perempuan telah mengambil peran strategis sebagai pemimpin pemikiran (thought leader) dan penentu arah ilmu pengetahuan.

Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M. Eng., menegaskan bahwa jabatan Guru Besar adalah amanah intelektual dan moral yang besar. Menurutnya, sosok Guru Besar merupakan penjaga api keilmuan sekaligus arah peradaban.

“Mereka tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai, etika, dan kebijaksanaan bagi generasi mendatang. Kehadiran dua perempuan sebagai Guru Besar menunjukkan pergeseran peran perempuan dari sekadar partisipan menjadi pemimpin pemikiran,” ujar Prof. Andi.

Profil Guru Besar yang Dikukuhkan

Kedua Guru Besar yang dikukuhkan memiliki kepakaran di bidang yang sangat relevan dengan tantangan masyarakat kontemporer saat ini. Berikut adalah rincian profil mereka:

Nama Lengkap Bidang Keahlian Fokus Orasi Ilmiah
Prof. Dr. Dra. Nurhayani Saragih, M.Si. Media dan Komunikasi Transformasi ekologi komunikasi digital dan literasi media di tengah disinformasi.
Prof. Dr. Augustina Kurniasih, ME. Manajemen Keuangan Keadilan distribusi, keberlanjutan, dan nilai kemanusiaan dalam sistem ekonomi modern.

Tantangan Digital dan Kemanusiaan

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Nurhayani Saragih menyoroti pergeseran mendasar dari media massa konvensional ke platform digital. Ia menekankan bahwa publik kini bukan lagi sekadar penerima informasi pasif, melainkan produsen makna dalam jaringan yang dinamis.

“Arus informasi yang masif, termasuk disinformasi dan fenomena hiperrealitas, menuntut peran akademisi dalam menjaga kualitas wacana publik. Literasi media dan etika komunikasi menjadi krusial agar komunikasi tidak hanya efektif, tetapi juga berkeadaban,” jelas Prof. Nurhayani.

Di sisi lain, Prof. Augustina Kurniasih—atau yang akrab disapa Prof. Ina—membawa perspektif baru dalam manajemen keuangan. Ia berpendapat bahwa ekonomi modern tidak boleh hanya terpaku pada efisiensi angka semata, tetapi harus mengedepankan aspek keberlanjutan dan nilai kemanusiaan.

“Isu keadilan distribusi dan orientasi pada nilai kemanusiaan menjadi bagian penting dalam pengelolaan sistem ekonomi modern saat ini.” – Prof. Dr. Augustina Kurniasih, ME.

Acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Tri Munanto selaku Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III, jajaran pimpinan Yayasan Menara Bhakti, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kualitas akademik di lingkungan Universitas Mercu Buana.

Dengan bertambahnya dua Guru Besar perempuan ini, UMB semakin mempertegas komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya matang secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman moral dan etika di tengah disrupsi teknologi global. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya