Paradigma Baru Kolaborasi Human-AI di Era Industry 5.0

Basuki Eka Purnama
13/4/2026 20:08
Paradigma Baru Kolaborasi Human-AI di Era Industry 5.0
Prof. Dr. Ir. Tanty Oktavia, S.Kom., M.M. (kiri) saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap BINUS University di bidang Business Information Systems(MI/HO)

DALAM pengukuhannya sebagai Guru Besar Tetap BINUS University di bidang Business Information Systems, Prof. Dr. Ir. Tanty Oktavia, S.Kom., M.M., menyampaikan orasi ilmiah yang memberikan perspektif baru terhadap masa depan teknologi. Orasi bertajuk “Human–AI Collaboration in Business Information Systems: Sistem Cerdas, Tepercaya, dan Berorientasi pada Manusia” tersebut menyoroti urgensi perubahan cara pandang industri terhadap Kecerdasan Buatan (AI).

Pergeseran Paradigma: AI Sebagai Mitra Strategis

Prof. Tanty menekankan bahwa dunia bisnis saat ini sedang berada pada titik balik evolusi sistem informasi. Jika sebelumnya teknologi hanya dianggap sebagai alat pendukung atau mesin otomatisasi, kini AI harus diposisikan sebagai mitra strategis (strategic partner) bagi manusia.

“Evolusi Business Information Systems telah memasuki fase baru. Kita tidak lagi bicara tentang sistem yang sekadar menjalankan perintah, tetapi sistem yang mampu belajar, memprediksi, dan memberikan rekomendasi berbasis data untuk penciptaan nilai bisnis yang lebih tinggi,” jelas Prof. Tanty dalam orasinya.

Tiga Pilar Utama Sistem Informasi Masa Depan

Dalam paparannya, Prof. Tanty merumuskan tiga pilar utama yang harus dimiliki oleh sistem informasi bisnis modern agar tetap relevan dan berkelanjutan:

Pilar Sistem Deskripsi dan Implementasi
Cerdas (Intelligent) Kemampuan sistem untuk mengolah data besar (Big Data) menjadi wawasan prediktif yang mendukung pengambilan keputusan cepat.
Tepercaya (Trustworthy) Membangun AI yang etis, transparan, dan aman sehingga hasil rekomendasinya dapat dipertanggungjawabkan secara bisnis maupun moral.
Berorientasi Manusia (Human-Centered) Menempatkan manusia sebagai pusat kendali, di mana teknologi berfungsi memperkuat (augmentasi) kapabilitas manusia, bukan menggantikannya.

Menuju Era Industry 5.0

Lebih lanjut, Prof. Tanty menjelaskan bahwa kolaborasi Human-AI adalah fondasi utama dalam menyongsong era Industry 5.0. Berbeda dengan Industry 4.0 yang sangat menitikberatkan pada efisiensi mesin, Industry 5.0 mengembalikan peran sentral manusia dengan dukungan teknologi cerdas.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan inovasi yang lebih holistik dan berkelanjutan di berbagai sektor industri. Dengan sistem yang adaptif, perusahaan tidak hanya mampu bertahan di tengah disrupsi, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial yang positif melalui kebijakan-kebijakan berbasis data yang tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

Orasi ilmiah ini mempertegas posisi Prof. Tanty Oktavia sebagai pakar yang fokus pada integrasi teknologi dan manajemen, sekaligus mengukuhkan komitmen BINUS University dalam mendorong riset-riset yang aplikatif bagi kemajuan transformasi digital di Indonesia. (Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya