Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM pengukuhannya sebagai Guru Besar Tetap BINUS University di bidang Business Information Systems, Prof. Dr. Ir. Tanty Oktavia, S.Kom., M.M., menyampaikan orasi ilmiah yang memberikan perspektif baru terhadap masa depan teknologi. Orasi bertajuk “Human–AI Collaboration in Business Information Systems: Sistem Cerdas, Tepercaya, dan Berorientasi pada Manusia” tersebut menyoroti urgensi perubahan cara pandang industri terhadap Kecerdasan Buatan (AI).
Prof. Tanty menekankan bahwa dunia bisnis saat ini sedang berada pada titik balik evolusi sistem informasi. Jika sebelumnya teknologi hanya dianggap sebagai alat pendukung atau mesin otomatisasi, kini AI harus diposisikan sebagai mitra strategis (strategic partner) bagi manusia.
“Evolusi Business Information Systems telah memasuki fase baru. Kita tidak lagi bicara tentang sistem yang sekadar menjalankan perintah, tetapi sistem yang mampu belajar, memprediksi, dan memberikan rekomendasi berbasis data untuk penciptaan nilai bisnis yang lebih tinggi,” jelas Prof. Tanty dalam orasinya.
Dalam paparannya, Prof. Tanty merumuskan tiga pilar utama yang harus dimiliki oleh sistem informasi bisnis modern agar tetap relevan dan berkelanjutan:
| Pilar Sistem | Deskripsi dan Implementasi |
|---|---|
| Cerdas (Intelligent) | Kemampuan sistem untuk mengolah data besar (Big Data) menjadi wawasan prediktif yang mendukung pengambilan keputusan cepat. |
| Tepercaya (Trustworthy) | Membangun AI yang etis, transparan, dan aman sehingga hasil rekomendasinya dapat dipertanggungjawabkan secara bisnis maupun moral. |
| Berorientasi Manusia (Human-Centered) | Menempatkan manusia sebagai pusat kendali, di mana teknologi berfungsi memperkuat (augmentasi) kapabilitas manusia, bukan menggantikannya. |
Lebih lanjut, Prof. Tanty menjelaskan bahwa kolaborasi Human-AI adalah fondasi utama dalam menyongsong era Industry 5.0. Berbeda dengan Industry 4.0 yang sangat menitikberatkan pada efisiensi mesin, Industry 5.0 mengembalikan peran sentral manusia dengan dukungan teknologi cerdas.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan inovasi yang lebih holistik dan berkelanjutan di berbagai sektor industri. Dengan sistem yang adaptif, perusahaan tidak hanya mampu bertahan di tengah disrupsi, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial yang positif melalui kebijakan-kebijakan berbasis data yang tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan.
Orasi ilmiah ini mempertegas posisi Prof. Tanty Oktavia sebagai pakar yang fokus pada integrasi teknologi dan manajemen, sekaligus mengukuhkan komitmen BINUS University dalam mendorong riset-riset yang aplikatif bagi kemajuan transformasi digital di Indonesia. (Z-1)
Dicoding kembali menggelar ajang tahunan bergengsi, Dicoding Developer Conference (DDC) 2026.
Shadow AI menjadi ancaman baru keamanan data perusahaan. Pelajari contoh, risiko, serta tools pencegahan untuk menjaga integritas sistem Anda.
Agentic AI memungkinkan perusahaan bergerak lebih cepat, adaptif, dan presisi dalam merespons kebutuhan pelanggan.
AI juga menciptakan ilusi yang menenangkan sekaligus berbahaya: keyakinan bahwa konflik dapat diprediksi dan dikendalikan sepenuhnya melalui data.
Di saat dunia sudah berpindah ke teknologi kecerdasan buatan (AI) real-time trading, sebagian broker ritel di Indonesia masih bertahan dengan sistem trading saham lama.
Dengan adanya perubahan kebijakan SLIK OJK, kesempatan jadi terbuka untuk banyak calon pembeli rumah yang sebelumnya tidak bisa melanjutkan proses pembelian.
BINUS University mengukuhkan Prof. Rindang Widuri sebagai Guru Besar. Ia memperkenalkan konsep Audit 5.0 yang memadukan kecerdasan buatan dan nurani manusia.
BINUS University berkolaborasi dengan Kemendiktisaintek menggelar Program Tendik Berdampak 2026 untuk memperkuat kompetensi strategis Pranata Humas PT.
Binus University menyelenggarakan serangkaian konferensi internasional sepanjang 2026 sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, dan pembuat kebijakan.
Dalam memilih kampus, pertimbangan tidak lagi hanya pada reputasi institusi, tetapi juga relevansi pembelajaran dengan kebutuhan industri serta peluang karier setelah lulus.
DI tengah dinamika ekonomi dan persaingan global yang semakin kompetitif, pendidikan menjadi salah satu investasi terpenting yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anaknya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved