Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAN perguruan tinggi kini dituntut melampaui batas-batas akademik konvensional. Di tengah kompleksitas tantangan bangsa, akademisi diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata berbasis riset untuk menjawab berbagai persoalan strategis nasional, mulai dari pemberantasan korupsi hingga transformasi pendidikan berbasis teknologi.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Pelita Harapan (UPH) secara resmi mengukuhkan lima guru besar baru dari berbagai disiplin ilmu pada Senin, 20 April 2026. Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang ini, menandai penguatan peran institusi dalam menyumbangkan pemikiran strategis bagi pembangunan nasional.
Rektor UPH, Jonathan L Parapak, menegaskan bahwa penambahan profesor ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang institusi. Dengan pengukuhan ini, UPH kini diperkuat oleh total 45 profesor yang siap memajukan ilmu pengetahuan di Indonesia.
“Pencapaian ini menjadi langkah penting bagi UPH untuk terus berkembang dan memajukan pendidikan tinggi di Indonesia. Penambahan profesor adalah komitmen kami dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Jonathan.
Apresiasi tinggi datang dari Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Ia menekankan bahwa guru besar memiliki tanggung jawab moral sebagai penjaga nalar publik. Menurutnya, kepakaran para profesor harus mampu menjadi kompas dalam pengambilan kebijakan nasional yang berbasis ilmu pengetahuan.
“Peran guru besar tidak berhenti di ruang kampus, tetapi harus hadir menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat,” tegas Lestari.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan, menyebut pengukuhan lima guru besar sekaligus sebagai capaian luar biasa. Ia menilai hal ini mencerminkan kemajuan kualitas akademik yang signifikan di lingkungan UPH.
“Ini adalah capaian yang tidak biasa. Profesor memiliki peran krusial dalam mendorong regenerasi akademisi serta menghadirkan dampak nyata bagi institusi, industri, dan masyarakat luas,” kata Henri.
Kelima guru besar yang dikukuhkan membawa pemikiran inovatif di bidangnya masing-masing. Berikut adalah ringkasan kontribusi dan fokus riset mereka:
| Nama Guru Besar | Bidang Keilmuan | Fokus Solusi / Konsep Utama |
|---|---|---|
| Prof. Ardi | Manajemen SDM | Konsep Self-Mindset Development untuk strategi antikorupsi yang holistik melalui pembentukan karakter individu. |
| Prof. Juliana | Hospitality & Pariwisata | Model CITRA (Collaborative Inclusive Tourism Resilience Architecture) untuk pariwisata berbasis kolaborasi masyarakat. |
| Prof. Thomas Tokan Pureklolon | Ilmu Politik | Konsep Bonum Commune (kebaikan bersama) sebagai dasar etika kekuasaan yang bertanggung jawab. |
| Prof. Khoe Yao Tung | Pendidikan | Pemanfaatan AI untuk personalized learning guna menciptakan pengalaman belajar yang adaptif dan relevan. |
| Prof. Tanggor Sihombing | Audit & Forensik Keuangan | Penguatan integritas laporan keuangan melalui sistem pengawasan teknologi dan penegakan hukum untuk mencegah kecurangan. |
Pengukuhan ini menjadi bukti nyata bahwa dunia akademik tidak lagi menjadi "menara gading". Dengan riset yang aplikatif, para guru besar UPH diharapkan mampu menjembatani kebutuhan industri dan masyarakat, sekaligus memberikan arah baru bagi kebijakan pembangunan nasional yang lebih berintegritas dan berkelanjutan. (Z-1)
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
BINUS University mengukuhkan Prof. Rindang Widuri sebagai Guru Besar. Ia memperkenalkan konsep Audit 5.0 yang memadukan kecerdasan buatan dan nurani manusia.
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/Al) dan meningkatnya tekanan isu lingkungan kini mulai mengubah wajah dunia teknik sipil.
Universitas Mercu Buana (UMB) mengukuhkan dua Guru Besar perempuan tepat di Hari Kartini, simbol emansipasi dan kepemimpinan intelektual perempuan.
Prof. Tanty Oktavia memaparkan pentingnya kolaborasi Human-AI dalam orasi ilmiahnya di BINUS University. Fokus pada sistem cerdas yang berorientasi manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved