Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL pada Jumat (29/7) menuduh sejumlah anggota komisi PBB yang menyelidiki pelanggaran di Israel dan wilayah Palestina membuat dan membela komentar antisemitisme. Negara itu menuntut mereka mengundurkan diri dan membubarkan komisi tersebut.
"Sudah waktunya untuk membubarkan komisi ini," tulis duta besar Israel di Jenewa, Meirav Eilon Shahar, dalam surat kepada Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang dilihat oleh AFP. Dia mengatakan dia melihat, "Tidak ada cara yang mungkin," bagi tiga anggota Komisi Penyelidikan (COI), yang dibentuk oleh dewan tahun lalu, untuk melaksanakan peran mereka secara efektif. "Karena itu, (saya) minta ketiganya segera mengundurkan diri," katanya.
Seorang juru bicara mengonfirmasi bahwa presiden dewan Federico Villegas menerima surat itu. Seruan Eilon Shahar menyusul komisaris Miloon Kothari yang menyinggung lobi Yahudi dan mempertanyakan kepantasan Israel menjadi anggota PBB. Ini menghidupkan kembali tuduhan lama bahwa dewan itu bias terhadap negara Yahudi.
Ditanya dalam wawancara yang diterbitkan Senin oleh publikasi online Mondoweiss tentang kritik negara-negara anggota terhadap komisi tersebut, Kothari menunjuk pada upaya yang lebih luas untuk melemahkan penyelidikan. "Kami sangat kecewa dengan media sosial yang sebagian besar dikendalikan oleh lobi Yahudi atau LSM tertentu. Banyak uang yang dicurahkan untuk mencoba mendiskreditkan kami," katanya.
Eilon Shahar mengirim surat kepada presiden dewan dua hari kemudian untuk memprotes bahwa Kothari telah membuat sejumlah komentar yang keterlaluan, termasuk beberapa yang jelas antisemitisme. Beberapa duta besar, termasuk dari Inggris dan Amerika Serikat, juga men-tweet kemarahan mereka atas pernyataan Kothari.
Ketua Komisi, Navi Pillay, mantan kepala hak asasi PBB, mengatakan dalam surat pada Kamis bahwa komentar Kothari tampaknya sengaja diambil di luar konteks dan telah sengaja salah kutip. Ia mengatakan komentarnya mencerminkan kekecewaan komisi dengan kurangnya kerja sama dari Israel dengan penyelidikannya.
Israel dengan tegas menolak untuk bekerja sama dengan COI, yang dibuat setelah konflik 11 hari pada 2021 antara Israel dan militan bersenjata di Gaza. Komisi sejauh ini sebagian besar menyalahkan Israel karena menyelidiki semua akar penyebab yang mendasari dalam konflik selama beberapa dekade.
Baca juga: Menentang Pemukiman, Remaja Palestina Ditembak Mati Tentara Israel
Eilon Shahar mengatakan Pillay telah, "Menggandakan dukungan komisi yang jelas untuk komentar antisemitisme yang dibuat oleh Mr. Kothari. Ini pembelaan yang tidak dapat dipertahankan," katanya.
"Dia telah mendukung antisemitisme. Dia telah mempermalukan seluruh institusi. Saya berharap Anda mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk meminta Nona Pillay dan komisaris lain untuk mengundurkan diri," tulisnya kepada presiden dewan. (AFP/OL-14)
PPS melaporkan peningkatan penangkapan sistematis perempuan Palestina oleh Israel. 90 tahanan di Penjara Damon hadapi kondisi keras dan pelecehan.
Serangan drone Israel di Beit Lahia, Gaza Utara, menewaskan lima warga sipil termasuk tiga anak-anak di dekat Masjid Al-Qassam. Simak selengkapnya.
Fenomena pembongkaran mandiri di Jerusalem Timur meningkat. Warga Palestina terpaksa menghancurkan rumahnya sendiri untuk menghindari denda puluhan ribu dolar.
Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) melaporkan lebih dari 23.000 warga Palestina ditangkap pasukan Israel sejak Oktober 2023, termasuk perempuan dan anak-anak.
Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese mengungkap praktik penyiksaan, pelecehan seksual, dan degradasi moral terhadap tahanan Palestina di penjara Israel.
Laporan Al Akhbar mengungkap pengalihan dana rekonstruksi Gaza sebesar US$17 miliar ke Israel di tengah ketegangan AS-Iran. Simak detail manuver politiknya.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved